Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kinerja Positif Garuda: Penumpang Naik 6,76 Persen

Kinerja Positif Garuda: Penumpang Naik 6,76 Persen
Potret pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (unsplash.com/fasyahalim_)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Garuda Indonesia mencatat kenaikan penumpang 6,76 persen menjadi 5,42 juta orang pada kuartal I 2026, dengan frekuensi penerbangan naik 5,87 persen dan pendapatan tumbuh hingga 5,36 persen.
  • Perusahaan berhasil menekan rugi bersih sebesar 45,2 persen menjadi 41,62 juta dolar AS serta meningkatkan ketepatan waktu penerbangan hingga mencapai 91,01 persen.
  • RUPST Tahun Buku 2025 menyetujui laporan keuangan dan perubahan susunan pengurus baru Garuda Indonesia, termasuk penunjukan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatat kinerja positif pada kuartal I 2026. Jumlah penumpang yang diangkut mencapai 5,42 juta orang, naik 6,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 5,08 juta penumpang. Frekuensi penerbangan juga meningkat 5,87 persen dari 18.265 menjadi 19.337 penerbangan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengatakan, capaian kinerja pada kuartal I 2026 tersebut menjadi sinyal positif terhadap konsistensi proses penguatan fundamental operasional dan bisnis yang saat ini terus dijalankan perseroan secara bertahap.

“Pertumbuhan trafik penumpang, peningkatan kapasitas penerbangan, serta perbaikan kinerja keuangan pada kuartal I 2026 menunjukkan bahwa langkah transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan progres positif secara bertahap. Fokus kami saat ini tetap diarahkan untuk menjaga operational discipline, memperkuat service reliability, serta memastikan pertumbuhan bisnis berjalan lebih sehat dan sustainable,” ujar Glenny dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026).

1. Trafik penumpang naik, pendapatan terkerek 5,36 persen

Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)

Dia mengatakan, pertumbuhan trafik penumpang mendorong pendapatan usaha konsolidasian naik 5,36 persen menjadi 762,35 juta dolar AS dibanding kuartal I 2025, 723,56 juta dolar AS.

Kontributor utama berasal dari pendapatan penerbangan berjadwal yang meningkat 7,36 persen menjadi 648,10 juta dolar AS. Hal itu seiring meningkatnya frekuensi penerbangan dan okupansi penumpang.

Selain itu, perseroan berhasil menekan rugi bersih sebesar 45,2 persen menjadi 41,62 juta dolar AS dibandingkan rugi bersih kuartal I 2025 sebesar 75,93 juta dolar AS. Pencapaian ini menunjukkan langkah transformasi operasional yang dijalankan mulai menunjukkan hasil positif sekaligus memperkuat fondasi keuangan untuk pertumbuhan lebih berkelanjutan.

"Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan, perseroan juga berhasil menekan rugi bersih hingga sekitar 45,2 persen menjadi 41,62 juta dolar AS dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 75,93 juta dolar AS," kata dia.

2. Tingkat ketepatan waktu penerbangan menjadi 91,01 persen pada kuartal I

Garuda Indonesia (Instagram/garudaindonesia)
Garuda Indonesia (Instagram/garudaindonesia)

Garuda Indonesia Group juga mencatatkan perbaikan tingkat ketepatan waktu penerbangan (on time performance/OTP) menjadi 91,01 persen pada kuartal I 2026, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, 87,93 persen.

Dari sisi operasional armada, hingga akhir kuartal I 2026 perseroan berhasil mengoperasikan 102 armada serviceable sebagai bagian dari akselerasi program return-to-service (RTS) aircraft yang dijalankan secara bertahap untuk mendukung kebutuhan kapasitas penerbangan. Pada periode yang sama, Garuda Indonesia mengangkut 2,47 juta penumpang, sedangkan Citilink mengangkut 2,94 juta penumpang.

Glenny mengatakan, fokus utama perseroan saat ini tetap pada penguatan fundamental bisnis melalui peningkatan operational excellence, cost discipline, penguatan service reliability, optimalisasi jaringan penerbangan, serta transformasi layanan dan digitalisasi operasional secara berkelanjutan.

“Transformasi yang dijalankan saat ini merupakan proses rebuilding fundamentals secara menyeluruh untuk memastikan Garuda Indonesia Group tumbuh dengan fondasi bisnis yang lebih sehat, agile, dan sustainable dalam jangka panjang. Dengan susunan manajemen baru, diharapkan dapat mendukung akselerasi perseroan menuju fase turnaround yang lebih solid, sekaligus menjadikan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang berdaya saing dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar dia.

3. Rincian susunan pengurus perseroan terbaru

Potret maskapai Garuda Indonesia (unsplash.com/@fasyahalim_)
Potret maskapai Garuda Indonesia (unsplash.com/@fasyahalim_)

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar Rabu, pemegang saham menyetujui sejumlah agenda, termasuk laporan tahunan, laporan keuangan konsolidasian, penetapan akuntan publik, serta pendefinisian rencana jangka panjang 2026–2030 dan RKAP 2027.

RUPST juga menyetujui perubahan pengurus perseroan sebagai berikut:

  • Frans Dicky Tamara ditunjuk sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service
  • Sugito Anjasmoro ditunjuk sebagai Komisaris
  • Eksitarino Irianto dan Frans Dicky Tamara sebelumnya diberhentikan dengan hormat dari jabatannya

Susunan Dewan Komisaris:

  • Komisaris Utama & Independen: Fadjar Prasetyo
  • Komisaris Independen: Mawardi Yahya
  • Komisaris: Chairal Tanjung
  • Komisaris: Sugito Anjasmoro

Susunan Direksi:

  • Direktur Utama: Glenny Kairupan
  • Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
  • Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
  • Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
  • Direktur Teknik: Mukhtaris
  • Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
  • Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara
  • Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Related Articles

See More