Pasangan capres dan cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar jelang keberangkatannya ke KPU untuk mengikuti debat putaran pertama Pilpres 2024. (IDN Times/Amir Faisol)
Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar sebelumnya melayangkan kritik kepada Erick Thohir. Dia menyebut, Erick menyebarkan berita bohong alias hoaks mengenai BUMN yang akan diganti menjadi koperasi jika Anies Baswedan-Cak Imin menang Pilpres 2024.
Cak Imin mengatakan, narasi yang disampaikan Erick Thohir terlalu mengada-ada dan terkesan dibuat-buat untuk menggiring opini. Cak Imin melihat Erick terkesan berkampanye dengan menggunakan narasi tersebut.
"Itu narasi yang dibuat mengada-ada dan kehilangan isu. Itu narasi yang dibuat-buat, kehilangan isu, seolah-olah dia kampanye dengan cara itu," kata Cak Imin kepada wartawan, dikutip Rabu (7/2 lalu).
Namun, Erick Thohir membantah hal tersebut. Dia mengaku tudingan Cak Imin salah alamat karena dia hanya memberikan tanggapan atas pertanyaan media mengenai gagasan dari timses 01 untuk mengubah BUMN menjadi koperasi.
Sementara Ujang mengatakan, agar paslon nomor urut 1 fokus membuat program yang baik untuk BUMN.
"Ada apa timses dan Gus Imin terlalu reaktif menyerang Erick? Mengapa paslon tidak fokus kepada content-nya saja, yaitu bagaimana membuat laba BUMN naik 2-3 kali lipat dari sekarang dan bagaimana konstribusi BUMN lebih kuat lagi untuk rakyat," tutur Ujang.