Jakarta, IDN Times - Jumlah warga Amerika Serikat (AS) yang mengajukan klaim awal tunjangan pengangguran turun 1.000 menjadi 194 ribu pada pekan yang berakhir 24 Oktober 2026. Angka tersebut mendekati level terendah dalam 57 tahun terakhir di tengah ketahanan pasar tenaga kerja AS.
Klaim Tunjangan Pengangguran AS Dekati Level Terendah sejak 1969

Take a Deeper Read
1. Klaim pengangguran AS bertahan di bawah 200 ribu
Dilansir The Economic Times, data Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis (29/10/2026) menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran tercatat sebanyak 194 ribu usai disesuaikan secara musiman. Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan beberapa ekonom yang disurvei Reuters, yakni sebanyak 199 ribu klaim.
Sejak pertengahan September 2026, jumlah klaim awal sebagian besar bertahan di bawah 200 ribu. Angka tersebut juga mendekati 189 ribu klaim yang tercatat pada pertengahan Juli 2026, level terendah sejak 1969.
2. Klaim lanjutan turun menjadi 1,7 juta
Jumlah warga yang masih menerima tunjangan pengangguran setelah melewati pekan pertama bantuan (continuing claims) berkurang 21 ribu menjadi 1,701 juta pada pekan yang berakhir 17 Oktober 2026. Angka tersebut menjadi salah satu indikator perekrutan tenaga kerja.
Sementara itu, tingkat pengangguran AS tercatat sebesar 4,2 persen pada September 2026. Angkanya diperkirakan tetap stabil atau sedikit menurun pada Oktober. Survei Conference Board pada Selasa (27/10) menunjukkan konsumen punya pandangan yang lebih optimistis terhadap kondisi pasar tenaga kerja pada bulan tersebut.
3. Ekonom menilai pasar tenaga kerja AS masih stabil
Para ekonom menilai pasar tenaga kerja AS masih berada dalam kondisi relatif sedikit merekrut maupun memberhentikan pekerja (low-hire, low-fire). Laba perusahaan yang kuat di tengah permintaan domestik yang tetap tangguh dinilai menjaga angka PHK mendekati level terendah dalam sejarah.
Akan tetapi, agresi AS-Israel terhadap Iran membuat perusahaan berhati-hati dalam menambah jumlah pekerja. Selain itu, penurunan jumlah angkatan kerja di tengah pengetatan kebijakan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump menjadi salah satu faktor yang menjaga tingkat pengangguran tetap rendah.
Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, juga mengakui stabilitas pasar tenaga kerja AS. Ia menyebut kondisi ketenagakerjaan saat ini cukup positif ketika bank sentral mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,75 — 4 persen dalam pertemuan Rabu (28/10).
Curated For You
- 15 Negara dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi, RI Urutan Berapa?30 Oct 2026, 08:45 WIB
- Jumlah Pengangguran di Turki Naik 198 Ribu Orang per September 202629 Oct 2026, 22:06 WIB
- Tingkat Pengangguran RI Turun Dekati Level Terendah sejak 199427 Oct 2026, 15:32 WIB
- Klaim Tunjangan Pengangguran AS Turun Menjadi 197 Ribu03 Oct 2026, 18:05 WIB