Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

MR DIY Cetak Laba Rp894,3 Miliar, Tumbuh 12,9 Persen!

3 min read
MR DIY Cetak Laba Rp894,3 Miliar, Tumbuh 12,9 Persen!
Toko MR DIY di Jakarta (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
  • MR.D.I.Y. Indonesia membukukan laba bersih Rp894,3 miliar pada kuartal III-2026, naik 12,9 persen, ditopang pendapatan Rp7,2 triliun selama sembilan bulan yang tumbuh 24,5 persen.

  • Kenaikan transaksi pelanggan 23,3 persen dan laba kotor Rp3,7 triliun mendorong kinerja, seiring pola belanja lebih cermat serta ekspansi toko ke berbagai wilayah.

  • Hingga September 2026, jaringan mencapai 1.416 toko setelah membuka 202 gerai baru; ekspansi kuartal III fokus di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) selaku pemilik ritel MR.D.I.Y. Indonesia membukukan laba bersih Rp894,3 miliar di kuartal III-2026. Capaian itu tumbuh 12,9 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 yang sebesar Rp792,4 miliar.

Adapun capaian laba didukung oleh pendapatan sebesar Rp7,2 triliun di sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 24,5 persen secara year-on-year (yoy).

  1. 1. Transaksi pelanggan melonjak 23,3 persen

    IMG_9397.jpeg
    Potret pekerja gerai MR.D.I.Y. (dok. MR.D.I.Y)

    Peningkatan performa keuangan itu didorong oleh meratanya kenaikan transaksi pelanggan sebesar 23,3 persen dan perolehan laba kotor yang mencapai Rp3,7 triliun, tumbuh 15,1 persen (yoy).

    Perubahan pola belanja masyarakat yang makin cermat serta agresivitas ekspansi jaringan toko di berbagai wilayah baru menjadi faktor kunci pendongkrak kunjungan konsumen ke MR.D.I.Y. Indonesia.

    Presiden Direktur MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, menyampaikan pertumbuhan bisnis ini tidak lepas dari dinamika kebutuhan belanja konsumen saat ini.

    "Misi kami tetap konsisten, terus menghadirkan toko lebih dekat dengan tempat tinggal pelanggan, serta menyediakan produk-produk relevan dengan harga terjangkau setiap harinya. Selama kami mampu mewujudkannya, pertumbuhan akan berjalan beriringan," ujar Edwin Cheah, dikutip dari situs resmi MR.D.I.Y, Jumat (30/10/2026).

  2. 2. Gencar ekspansi ke wilayah timur Indonesia

    IMG_9398.jpeg
    Presiden Direktur MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah. (dok. MR.D.I.Y)

    Hingga September 2026, total jaringan MR.D.I.Y. Indonesia telah meluas menjadi 1.416 toko di seluruh penjuru negeri. Sepanjang Januari hingga September 2026, perseroan merealisasikan pembukaan 202 toko baru dari target minimal 270 toko pada tahun ini, dengan 72 toko di antaranya dibuka pada kuartal III-2026.

    Meski Jawa dan Sumatra masih memegang porsi pasar terbesar, ekspansi pada kuartal III didominasi oleh wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

    Perseroan juga mulai menerapkan format baru pada toko freestanding, seperti yang diterapkan di toko ke-1.400 Tebet, Jakarta Selatan, demi meningkatkan kenyamanan berbelanja pelanggan.

    "Setiap pembukaan toko baru menciptakan lapangan kerja, membuka peluang bagi pemasok lokal, dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga sekitar. Pertumbuhan seperti itulah yang ingin terus kami wujudkan di Indonesia," kata Edwin Cheah.

  3. 3. Efisiensi biaya operasional jaga ketahanan neraca keuangan

    Potret toko flagship MR. DIY pertama di Indonesia yang terletak di Mall Lotte. 22 November 2024. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)
    Potret toko flagship MR. DIY pertama di Indonesia yang terletak di Mall Lotte. 22 November 2024. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

    Kelancaran pasokan barang di seluruh cabang didukung oleh operasional pusat distribusi, sistem logistik terintegrasi, serta pemantauan inventaris otomatis. Setiap toko menyediakan lebih dari 18 ribu jenis produk dari 10 kategori.

    Dari sisi keuangan, neraca perseroan terjaga tetap sehat dengan gearing ratio di tingkat 0,3x per 30 September 2026. Struktur keuangan itu memberikan ruang yang cukup bagi perseroan untuk terus mendanai agenda ekspansinya di masa mendatang.

    Direktur/Chief Financial Officer MR.D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, menekankan pentingnya manajemen beban operasional dalam mendukung keberlanjutan bisnis perseroan.

    "Di tengah pertumbuhan bisnis, kami terus mengelola biaya secara disiplin. Disiplin ini memungkinkan kami untuk terus memberikan manfaat nyata bagi pelanggan melalui proposisi nilai Hemat, Lengkap, Dekat,sekaligus melanjutkan investasi untuk menghadirkan MR.D.I.Y. lebih dekat dengan masyarakat di seluruh Indonesia," ujar Rika.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More