Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kronologi Jatuhnya Pesawat Kargo BBM Pelita Air di Nunukan

PHOTO-2025-12-21-13-01-20.jpeg
Pesawat Pelita Air Service (PAS) jenis Air Tractor (ATR) AT-802 yang khusus mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM). (dok. Pelita Air)
Intinya sih...
  • Pesawat kargo BBM Pelita Air jatuh setelah lepas landas dari Long Bawan, Kalimantan Utara.
  • Pilot atas nama Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
  • Pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026 dengan total pemeriksaan jam terbang mencapai 3.303 jam.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pesawat milik maskapai Pelita Air Service (PAS) dengan jenis Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA yang membawa kargo Bahan Bakar Minyak (BBM) jatuh. Pesawat mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, pesawat berangkat dari Bandar Udara Long Bawan pada Kamis, (19/2/2026) pukul 04.10 UTC (12.10 WITA) menuju Bandar Udara Tarakan.

Pesawat seharusnya tiba di Tarakan pada pukul 05.15 UTC (13.15 WITA). Pilot menyampaikan kepada petugas ATC Tarakan waktu perkiraan pesawat Abeam Malinau pada pukul 04.24 UTC (12.24 WITA).

Namun, pada pukul 04.20 UTC (12.20 WITA), diterima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat tersebut.

DJPU Kemenhub menyatakan, berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh pada pukul 15.16 WITA, pilot atas nama Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia.

Menurut Kemenhub, dari sisi kelaikudaraan, pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026. Total pemeriksaan jam terbang pesawat mencapai 3.303 jam.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Business

See More

DEN Ungkap Capital Inflow RI Bisa Tembus Rp1.184 T, Ini Alasannya

19 Feb 2026, 16:52 WIBBusiness