Pesawat Kargo BBM Pelita Air Jatuh di Nunukan!

- Pesawat kargo BBM Pelita Air jatuh di Nunukan setelah lepas landas dari Long Bawan, Kalimantan Utara.
- Pesawat membawa muatan BBM Pertamina dan pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia.
- Pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026 dengan total pemeriksaan jam terbang mencapai 3.303 jam.
Jakarta, IDN Times - Pesawat milik maskapai Pelita Air Service (PAS) dengan jenis Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA yang membawa kargo Bahan Bakar Minyak (BBM), mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (18/2/2026).
Pesawat dengan nomor seri 802-0494, tahun pembuatan 2013 itu tengah melayani penerbangan rute Long Bawan - Tarakan.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pesawat berangkat dari Bandar Udara Long Bawan pada pukul 04.10 UTC (12.10 WITA). Air Tractor AT-802 ini terbang menuju Bandar Udara Tarakan dengan membawa muatan BBM Pertamina dengan estimasi waktu kedatangan di Tarakan pada pukul 05.15 UTC (13.15 WITA).
Pilot menyampaikan kepada petugas ATC Tarakan waktu perkiraan pesawat Abeam Malinau pada pukul 04.24 UTC (12.24 WITA), namun pada pukul 04.20 UTC (12.20 WITA), diterima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat tersebut.
Berdasarkan data awal, penyebab kejadian kecelakaan pesawat yang mengangkut satu orang crew yaitu pilot saat ini masih dalam penyelidikan.
“Informasi terakhir yang kami peroleh pada pukul 15.16 WITA pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa dalam keterangan resmi.
Dari sisi kelaikudaraan, pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026. Total pemeriksaan jam terbang pesawat mencapai 3.303 jam
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah berkoordinasi dengan operator, otoritas bandara, serta instansi terkait untuk memastikan langkah penanganan di lapangan berjalan dengan baik. Proses investigasi akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku oleh instansi berwenang.


















