Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KUR BRI Bantu Pengusaha Genteng Majalengka yang Banjir Pesanan
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (tengah) didampingi Dirut BRI Hery Gunardi (kedua dari kiri) beri keterangan pers di BRILiaN Club, Jakarta, Jumat (27/2/2026). (dok. BRI)
  • Program gentengisasi Presiden Prabowo mendorong lonjakan permintaan genteng, membuat pengrajin seperti Hj. Nurhasanah di Majalengka kewalahan memenuhi pesanan dari berbagai daerah.
  • Hj. Nurhasanah mendapat dukungan permodalan dari program KUR BRI yang telah membantu kelangsungan usaha genteng keluarganya selama empat tahun terakhir.
  • BRI berkomitmen memperkuat ekosistem sektor perumahan dengan menjembatani pengrajin genteng dan pengembang rumah melalui pembiayaan KUR agar rantai pasok berjalan efektif dan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI membantu pengrajin genteng di Majalengka memenuhi lonjakan pesanan akibat meningkatnya permintaan pasar dalam program gentengisasi nasional.
  • Who?
    Hj. Nurhasanah, pengrajin genteng asal Majalengka bersama dua saudarinya, serta pihak Bank BRI yang menyalurkan pembiayaan KUR dan mendukung pelaku usaha kecil sektor bahan bangunan.
  • Where?
    Kegiatan produksi berlangsung di sentra industri genteng Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dengan pemasaran produk ke berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, dan Tegal.
  • When?
    Peningkatan permintaan terjadi dalam beberapa waktu terakhir seiring pelaksanaan program gentengisasi; kerja sama pembiayaan antara Nurhasanah dan BRI telah berjalan selama empat tahun terakhir.
  • Why?
    Kenaikan permintaan dipicu oleh program pembangunan dan perbaikan hunian masyarakat yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui inisiatif gentengisasi nasional.
  • How?
    Dukungan modal dari KUR BRI memungkinkan produksi berjalan lancar dengan 12 mesin press menghasilkan sekitar 16.000 keping genteng per minggu serta mempekerjakan sekitar 150 pekerja lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Program gentengisasi yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto membawa angin segar bagi para pelaku usaha kecil di sektor bahan bangunan. Di berbagai sentra produksi genteng, permintaan dari pasar meningkat signifikan seiring dengan semakin masifnya program pembangunan dan perbaikan hunian masyarakat.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan langsung dampak positif tersebut adalah Hj. Nurhasanah, pengrajin genteng dari sentra produksi genteng di Majalengka. Bersama dua saudarinya, ia meneruskan usaha genteng keluarga yang telah dirintis oleh ibunya puluhan tahun lalu.

1. Meningkatnya permintaan genteng

Ilustrasi Genteng (pixabay.com/mufidpwt)

Dalam beberapa waktu terakhir, Nurhasanah mengaku permintaan genteng meningkat cukup pesat. Pesanan datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, hingga Tegal. Kondisi ini membuat pihaknya harus bekerja lebih keras untuk memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah.

Saat ini, pabrik genteng milik keluarga Nurhasanah mempekerjakan sekitar 150 orang pekerja. Namun jumlah tersebut masih dirasakan belum cukup untuk memenuhi tingginya permintaan. Sebagian besar tenaga kerja yang ada pun merupakan pekerja berusia lanjut, sementara generasi muda cenderung memilih bekerja di sektor industri lain.

“Permintaan sekarang semakin banyak, tetapi mencari tenaga kerja tidak mudah. Banyak anak muda yang lebih memilih bekerja di perusahaan,” ujar Nurhasanah.

Dalam proses produksinya, usaha genteng keluarga ini menggunakan 12 mesin press dan mampu menghasilkan sekitar 16.000 keping genteng setiap minggunya. Produk tersebut kemudian dipasarkan ke berbagai kota besar di Pulau Jawa. Dari aktivitas usaha tersebut, Nurhasanah mampu mencatatkan omzet sekitar ratusan juta rupiah per bulan.

2. KUR BRI bantu permodalan pelaku usaha

ilustrasi BRI Mobile sebagai kanal digital (dok. BRI)

Di tengah meningkatnya permintaan pasar, Nurhasanah mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam hal permodalan. Hal ini karena usahanya telah memperoleh dukungan pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.

Menurutnya, kerja sama dengan BRI telah berlangsung selama empat tahun terakhir dan memberikan dukungan penting bagi keberlanjutan usaha keluarga tersebut.

“Alhamdulillah untuk modal usaha kami terbantu dari program KUR BRI,” ungkapnya.

BRI sendiri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk bagi para pengrajin genteng yang menjadi bagian dari ekosistem sektor perumahan.

3. BRI jembatani pengrajin dan pengembang rumah

Gedung BRI. (Dok. BRI)

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa BRI siap mengambil peran strategis dalam mendukung program gentengisasi melalui pembiayaan KUR serta memperkuat konektivitas antara pelaku usaha dan pasar.

Menurutnya, BRI dapat berperan sebagai jembatan antara pengrajin genteng dengan pihak pembeli atau pengembang perumahan, sehingga rantai pasok dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Peran BRI berada di tengah. Ketika sudah ada kontrak antara pengrajin dengan pembeli atau pengguna, BRI dapat hadir memberikan dukungan pembiayaan agar proses produksi dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Hery menambahkan bahwa bahan bangunan seperti genteng merupakan bagian dari ekosistem KUR sektor perumahan yang terus dikembangkan oleh BRI. Sebagai bank yang memiliki fokus kuat pada pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan, BRI berkomitmen menghadirkan akses pembiayaan yang terjangkau dan mudah diakses bagi UMKM. (WEB)

Editorial Team