Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lebih dari Separuh Penduduk Miskin Indonesia Terkonsentrasi di Jawa

Lebih dari Separuh Penduduk Miskin Indonesia Terkonsentrasi di Jawa
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Mohammad Edy Mahmud (IDN Times/Triyan)
Intinya Sih
  • BPS mencatat 22,93 juta penduduk miskin pada Maret 2026, turun 430 ribu orang dibandingkan September 2025; tren jumlah dan tingkat kemiskinan menurun sejak Maret 2023.
  • Pulau Jawa menampung 12,02 juta penduduk miskin atau 52,42 persen nasional, sedangkan Kalimantan paling sedikit dengan sekitar 870 ribu orang atau 3,79 persen.
  • Kemiskinan menurun di seluruh wilayah dibandingkan September 2025, dengan penurunan terdalam di Jawa; namun, tingkat kemiskinan perdesaan 10,67 persen masih di atas perkotaan 6,34 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan lebih dari separuh penduduk miskin di Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sementara itu, Kalimantan menjadi wilayah dengan jumlah penduduk miskin paling sedikit.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M Edy Mahmud, mengatakan jumlah penduduk miskin di Pulau Jawa mencapai 12,02 juta orang atau setara 52,42 persen dari total penduduk miskin nasional.

"Jumlah penduduk miskin masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, yaitu sebanyak 12,02 juta orang atau sekitar 52,42 persen dari keseluruhan penduduk miskin di Indonesia," kata Edy dalam konferensi pers, Selasa (5/8/2026).

1. Penduduk miskin di Kalimantan paling rendah

Ilustrasi pemukiman penduduk miskin. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Ilustrasi pemukiman penduduk miskin. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Di sisi lain, Kalimantan mencatat jumlah penduduk miskin paling rendah dibandingkan wilayah kepulauan lainnya. Jumlah penduduk miskin di Kalimantan mencapai sekitar 870 ribu orang atau setara 3,79 persen dari total penduduk miskin nasional.

Edy menjelaskan, dibandingkan September 2025, tingkat kemiskinan menurun di seluruh wilayah Indonesia. Penurunan terdalam terjadi di Pulau Jawa, yakni sebesar 0,21 poin persentase.

"Jika dibandingkan dengan September 2025, penurunan tingkat kemiskinan terjadi di semua wilayah di Indonesia. Penurunan paling dalam terjadi di Pulau Jawa, yaitu sebesar 0,21 poin persentase," ujar Edy.

2. Jumlah penduduk miskin tembus 22,93 juta orang

Paket sembako sebagai bansos untuk warga miskin di Palembang. (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Paket sembako sebagai bansos untuk warga miskin di Palembang. (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Lebih lanjut, Edy menjelaskan jumlah penduduk miskin per Maret 2026 mencapai 22,93 juta orang. Angka ini lebih rendah 0,43 juta orang terhadap September 2025 yang saat itu sebanyak 23,36 juta orang.

Dari sisi persentase tingkat kemiskinan pada September 2025 mencapai 8,07 persen atau turun sebesar 0,18 persen dibandingkan September 2025.

"Berdasarkan tren dari grafik sejak Maret 2023-Maret 2026 jumlah dan tingkat kemiskinan terus mengalami penurunan," kata Edy.

Dia mengatakan disparitas kemiskinan antara perdesaan dan perkotaan masih cukup lebar. Persentase penduduk miskin di perkotaan pada Maret 2026 sebesar 6,34 persen, turun dibandingkan September 2025 yang sebesar 6,6 persen. Sedangkan, persentase penduduk miskin di pedesaan pada Maret 2026 sebesar 10,67 persen, menurun 0,05 persen, jika dibandingkan September 2025 yang sebesar 10,72 persen.

BPS juga menganalisis dari sisi indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan. Indeks kedalaman kemiskinan adalah ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi indeks ini maka semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan.

Adapun indeks kedalaman kemiskinan 1,268 pada Maret 2026. Di mana indeks kedalaman kemiskinan kota turun ke 0,951 pada Maret 2026 dari 1,040 pada September 2025. Sedangkan indeks kedalaman kemiskinan desa naik ke 1,744 pada Maret 2026 dari 1,661 pada September 2025.

"Jika ditinjau berdasarkan klasifikasi wilayah indeks kedalaman kemiskinan pada Maret 2026 di perkotaan mengalami penurunan sedangkan di perdesaan mengalami peningkatan dibandingkan September 2025," kata Edy.

3. Rincian sebaran penduduk miskin di Indonesia

Ilustrasi angka kemiskinan (pexels.com/Tiana)
Ilustrasi angka kemiskinan (pexels.com/Tiana)

Berikut sebaran penduduk miskin berdasarkan wilayah pada Maret 2026:

Pulau Jawa: 12,02 juta orang (52,42 persen)

Sumatra: 5 juta orang (21,81 persen)

Bali dan Nusa Tenggara: 1,83 juta orang (7,98 persen)

Sulawesi: 1,77 juta orang (7,72 persen)

Maluku dan Papua: 1,44 juta orang (6,28 persen)

Kalimantan: 870 ribu orang (3,79 persen)

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More