ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)
Azis juga menyinggung arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai mulai mencoba mengubah fondasi lama ekonomi nasional. Menurut dia, fokus pada hilirisasi, industrialisasi nasional, swasembada pangan, koperasi desa, hingga penguatan produksi dalam negeri merupakan upaya untuk memastikan kekayaan nasional lebih dirasakan masyarakat.
“Karena itu, ketika pemerintah mulai berbicara dan fokus bekerja mewujudkan hilirisasi, swasembada pangan, makan bergizi gratis, industrialisasi nasional, koperasi desa, penguatan pertahanan ekonomi, dan keberpihakan pada produksi dalam negeri, sesungguhnya yang sedang dipertaruhkan bukan sekadar kebijakan teknokratis. Yang sedang dipertaruhkan adalah perubahan cara pandang negara terhadap rakyatnya sendiri,” katanya.
Azis menegaskan, ukuran keberhasilan negara bukan hanya pertumbuhan ekonomi atau indeks pasar, melainkan apakah masyarakat merasa hidup lebih layak dan bermartabat di negerinya sendiri.
“Apakah rakyat merasa hidupnya lebih bermartabat di tanah airnya sendiri? Jika jawabannya belum, maka memang saatnya arah sejarah diluruskan,” ujar dia.