Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan meyakini ke depannya bantuan sosial (bansos) tak bisa lagi dijadikan alat politik untuk menarik suara saat pemilihan umum (Pemilu).
Sebab, saat ini pemerintah tengah menggencarkan digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos), yang bisa memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran. Artinya, bansos diberikan kepada yang memang berhak sesuai dengan sistem.
Hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara talk show Next-Gen Fiscal Policy: Integrating Technology for Inclusive Growth di Indonesia Summit 2026 yang digelar di The Tribrata, Dharmawangsa, Kamis (18/6/2026).
“Jadi tidak bisa lagi misalnya saya kepala desa bilang, ‘eh kamu dapat bansos, tapi pilih saya’. Tidak akan terjadi lagi. Karena semua dia bisa maju, dia bisa klaim sendiri. Dengan face recognition, biometrik itu segera bisa terverifikasi,” tutur Luhut.
Luhut mengatakan, dengan digitalisasi perlinsos, masyarakat bisa mengetahui apakah dia berhak mendapatkan bansos atau tidak.
“Jadi kepuasan warga itu akan bagus, jadi tidak bisa warga komplain. Memang masalahnya adalah, nanti warga itu tidak bisa dimanipulasi lagi untuk partai pendukung, karena misalnya bansos. Karena semua sudah terdata,” kata Luhut.
Uji coba digitalisasi perlinsos sendiri telah dilakukan di Kabupaten Banyuwangi. Dengan program itu, persentase bansos tak tepat sasaran yang tadinya mencapai 77,6 persen, kini turun menjadi di bawah 10 persen.
“Misalnya nanti Bansos saya kira dari Bupati di sini, bagaimana Bansos di Banyuwangi pertama kami lihat itu, 77,6 persen off target. Sekarang kita perbaiki, sudah kurang dari 10 persen,” ucap Luhut.
IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.
