Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

IHSG Pulih, OJK Catat Penghimpunan Dana Pasar Modal Capai Rp113,13 T

IHSG Pulih, OJK Catat Penghimpunan Dana Pasar Modal Capai Rp113,13 T
Konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (3/8/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • OJK mencatat penghimpunan dana pasar modal mencapai Rp113,13 triliun hingga 31 Juli 2026, didominasi penerbitan EBUS dan sukuk senilai Rp98,27 triliun.
  • IHSG sempat terkoreksi 19,93 persen pada kuartal II 2026 ke 5.643,19, lalu pulih menjadi 6.236,13 per 31 Juli atau naik 10,51 persen secara bulanan.
  • NAB reksa dana meningkat dari Rp652,90 triliun pada akhir kuartal II menjadi Rp663,26 triliun per 30 Juli; OJK juga memperkuat reformasi, regulasi, dan pendalaman pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan pasar modal Indonesia tetap menjalankan perannya sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, hingga 31 Juli 2026, penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp113,13 triliun. Sebagian besar dana tersebut berasal dari penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS) yang mencapai Rp98,27 triliun.

"Penghimpunan dana oleh korporasi domestik di pasar modal tetap terjaga. Pasar modal domestik tetap menjalankan peran pentingnya sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha," ujar Friderica dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8/2026).

1. Laju IHSG membaik memasuki kuartal III

ilustrasi IHSG (IDN Times/Muhammad Surya)
ilustrasi IHSG (IDN Times/Muhammad Surya)

Friderica, yang akrab disapa Kiki, menjelaskan pasar modal Indonesia sempat mengalami konsolidasi pada kuartal II 2026. IHSG ditutup di level 5.643,19 pada akhir kuartal II 2026, terkoreksi 19,93 persen secara kuartalan akibat tingginya ketidakpastian global dan penyesuaian portofolio investor.

Namun, memasuki kuartal III 2026, pasar mulai menunjukkan pemulihan. Hingga 31 Juli 2026, IHSG ditutup di level 6.236,13, atau menguat 10,51 persen secara bulanan (month to date).

2. NAB reksadana capai Rp652,90 triliun

ilustrasi IHSG (IDN Times/Muhammad Surya)
ilustrasi IHSG (IDN Times/Muhammad Surya)

Di sisi lain, industri pengelolaan investasi juga menunjukkan kinerja yang tetap solid. Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat mencapai Rp652,90 triliun pada akhir kuartal II 2026.

"Tren positif tersebut berlanjut pada Juli 2026. Per 30 Juli 2026, NAB reksa dana meningkat menjadi Rp663,26 triliun, atau tumbuh 1,59 persen dibandingkan akhir kuartal II 2026", jelasnya.

3. OJK juga mempercepat penguatan kelembagaan dan pendalaman pasar

ilustrasi pergerakan IHSG (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi pergerakan IHSG (IDN Times/Aditya Pratama)

Friderica menambahkan, OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) terus melanjutkan implementasi program dalam Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia secara konsisten dan terukur. Langkah tersebut diikuti dengan penyempurnaan berbagai area yang masih memerlukan perbaikan bersama para pemangku kepentingan.

Selain itu, OJK juga mempercepat penguatan kelembagaan dan pendalaman pasar melalui penerbitan sejumlah regulasi.

Aturan tersebut mencakup penguatan klasifikasi usaha, permodalan, tata kelola, dan ketahanan perusahaan efek serta manajer investasi. OJK juga memperkuat pengaturan pengembangan Bursa Karbon guna mendukung implementasi kebijakan Nilai Ekonomi Karbon.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More