Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Luhut Sebut Eksekusi MBG Masih Banyak Bolongnya

Luhut Sebut Eksekusi MBG Masih Banyak Bolongnya
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan. (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • Luhut menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif baik, namun pelaksanaannya di berbagai daerah masih belum maksimal dan perlu diperbaiki bersama.
  • Ia memuji langkah Presiden Prabowo yang meminta BPKP melakukan audit terhadap MBG untuk memperbaiki kekurangan dalam pelaksanaan tahun pertamanya.
  • Luhut menyebut MBG berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi 5,61 persen dan berpotensi mendorong ekonomi Indonesia hingga 8 persen jika dijalankan lebih terstruktur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program yang baik. Namun, dia tidak menutup mata bahwa eksekusi program tersebut masih belum maksimal di banyak daerah.

"Kita harus bersama dulu sepakat ya bahwa MBG itu baik. Bahwa eksekusinya masih ada bolong sana, bolong sini ya kita perbaikin rame-rame," kata Luhut dalam program Ngobrol Seru bersama dengan Editor in Chief IDN Times Uni Lubis, dikutip Minggu (10/5/2026).

1. Langkah audit dari BPKP dipuji Luhut

Pekerja menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Pekerja menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Luhut pun memuji langkap Presiden Prabowo yang telah memerintahkan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit terhadap jalannya program MBG. Hal itu sangat penting mengingat masih banyaknya kekurangan MBG dalam tahun awalnya dijalankan.

"Ya kan Presiden sudah minta BPKP untuk melakukan audit. Saya kira langkah sudah hebat itu dan kalau ada nanti masukan perubahan di sana-sini, dalam konteks dunia sekarang ini gak ada yang salah juga itu," kata Luhut.

2. MBG dinilai mampu kerek pertumbuhan ekonomi

Ilustrasi relawan SPPG pada program Makan Bergizi Gratis ( ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
Ilustrasi relawan SPPG pada program Makan Bergizi Gratis ( ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Selain itu, Luhut juga memuji program MBG yang dinilai mampu mengerek pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen. Pengaruh MBG terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri disebut Luhut terjadi lewat kucuran dana yang diklaimnya langsung turun ke bawah atau ke masyarakat.

"Itu makan bergizi itu pengaruh, kenapa? Belum pernah sejarah Indonesia satu hari satu triliun turun ke bawah, langsung ke bawah. Itu membangun sebenarnya kalau ini ditata lebih baik. Saya ulangi ditata lebih baik, jadi akan terjadi simpul-simpul ekonomi baru sebenarnya. Jadi misalnya suplai telur, suplai sayur, buah, ayam, dan sebagainya," tutur Luhut.

3. MBG bisa bawa pertumbuhan ekonomi RI ke 8 persen

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Luhut menambahkan, jika program MBG bisa dilakukan secara bertahap dan bertingkat maka bukan tidak mungkin target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto bisa terwujud. Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi tersebut pun meyakini jika MBG ditata dengan baik bukan tidak mungkin dalam beberapa tahu Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.

"Jadi saya kira over time mungkin dalam satu tahun, satu tahun setengah kalau kita tata dengan baik, ini untuk 6-7 persen mungkin 8 persen dalam beberapa tahun ke depan kita gak ada masalah," ujar Luhut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Related Articles

See More