Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Luhut Usul ke Prabowo Ekspor Mineral Kritis Tak Lagi Bebas, Tapi Dikontrol
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Panjaitan dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
  • Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan kepada Presiden Prabowo agar ekspor mineral kritis dikontrol ketat melalui sistem digital seperti SIMBARA-Coretax untuk meningkatkan penerimaan negara.
  • Melalui integrasi AI, pemerintah akan memblokir otomatis eksportir yang tidak patuh aturan ekspor guna mencegah praktik transfer-pricing dan under-invoicing.
  • Usulan ini mendapat perhatian dari BlackRock, sementara Luhut menegaskan pengalaman sukses Indonesia dengan SIMBARA serta pentingnya dukungan publik terhadap ide besar Prabowo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Luhut bilang ke Pak Prabowo kalau jual mineral penting ke luar negeri harus diatur biar negara dapat uang lebih banyak. Katanya nanti pakai komputer pintar supaya yang nakal gak bisa jual lagi. Ada orang dari luar negeri nanya soal itu, tapi Pak Luhut bilang pemerintah sudah tahu caranya. Sekarang semua diminta kerja sama dan dukung ide itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Usulan Luhut untuk memperketat tata kelola ekspor mineral kritis mencerminkan komitmen pemerintah terhadap transparansi dan peningkatan penerimaan negara. Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan menunjukkan langkah maju menuju sistem yang lebih efisien dan akuntabel, sementara keberhasilan sebelumnya melalui SIMBARA memberi dasar optimistis bagi penerapan kebijakan serupa di sektor lain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengaku menyampaikan usul kepada Presiden Prabowo Subianto terkait perbaikan tata kelola ekspor komoditas mineral kritis (critical mineral).

Dalam sesi keynote speech talk show Next-Gen Fiscal Policy: Integrating Technology for Inclusive Growth di Indonesia Summit 2026 yang digelar di The Tribrata, Dharmawangsa, Kamis (18/6/2026), Luhut mengatakan, ekspor komoditas tersebut harus dikelola agar memenuhi persyaratan yang ditetapkan dengan baik.

“Saya sudah singgung sini, SIMBARA - Coretax, SIMBARA - Coretax ini, Presiden punya ide mengenai critical mineral itu perlu dikontrol, saya setuju,” ucap Luhut.

Perbaikan itu dilakukan demi meningkatkan penerimaan negara dari ekspor komoditas mineral kritis. Melalui platform digital dan adaptasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Luhut mengatakan eksportir yang tidak taat pada aturan ekspor akan terblokir secara otomatis.

“Jadi dia tidak comply, dia tidak akan bisa ekspor mineral kritis, akan ke block dengan sistem,” tutur Luhut.

Usulan mengenai pengendalian ekspor mineral kritis itu pun dipertanyakan oleh perusahaan aset manajemen kelas dunia, BlackRock asal Amerika Serikat (AS).

Menjawab hal itu, Luhut mengatakan pemerintah sudah berpengalaman memperbaiki tata kelola ekspor mineral, seperti batu bara dengan Sistem Informasi Mineral dan Batubara Antar Kementerian/Lembaga (SIMBARA).

“Itu kemarin si Sam dari BlackRock tanya ke saya, ‘This is not a big deal, karena kami sudah experience dengan SIMBARA itu menghemat 40 persen,” tutur Luhut.

Lalu, dia juga membahas upaya pemerintah mencegah praktik transfer-pricing dan under-invoicing dalam transaksi ekspor. Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto kini mengalihkan ekspor komoditas batu bara, minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), dan paduan besi (ferro alloy) ke BUMN ekspor PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI untuk mencegah praktik-praktik tersebut.

Luhut meminta semua pihak mendukung ide besar Prabowo itu, dan memberikan kritik yang membangun apabila ditemukan ada kekurangan.

“Jadi ide Presiden mengenai kontrol, jangan kontrol, membangun sistem untuk jangan orang transfer-pricing, under-invoicing, itu kita bisa atasi dengan AI ini. Tapi kita harus semua kompak, kita harus kompak, kita harus satu, kita harus dukung ide-ide besar itu. Kalau ada yang kurang di sana sini, kita cari solusinya, jangan juga berkelahi sama kita, asing mempertanyakan sesuatu,” tutur dia.

IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.

IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.

Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.

Editorial Team

Related Article