Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Material Kayu Masih Mengancam, PU Usul Bangun Sabo Dam di Aceh-Sumatra

Sabo dam di Kali Gendol. IDN Times/Siti Umaiyah
Ilustrasi Sabo dam. IDN Times/Siti Umaiyah
Intinya sih...
  • Sedimen kayu dan pasir masih berpotensi turun ke hilir, mengancam daerah terdampak.
  • Normalisasi sungai menjadi fokus utama penanganan untuk mengurangi risiko banjir.
  • Progres normalisasi sungai baru mencapai 52 persen, dengan target selesai pada Oktober 2026.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengusulkan pembangunan sejumlah sabo dam dan check dam di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara pascabencana banjir dan longsor di ketiga provinsi tersebut.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan usulan tersebut diajukan karena kerusakan di wilayah hulu dinilai masih cukup besar dan berpotensi memicu masalah lanjutan di daerah hilir.

"Kami mengusulkan pembangunan beberapa sabo dam dan check dam yang kami targetkan selesai selambatnya di Oktober 2028," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa (27/1/2026).

1. Sedimen kayu dan pasir masih berpotensi turun ke hilir

IMG-20251208-WA0005.jpg
Penampakan kayu gelondongan tertempel stiker barcode kuning di Pantai Pesisir Barat. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Dody menjelaskan, kementeriannya telah mengidentifikasi curah hujan yang masih tinggi di wilayah hulu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berpotensi membawa sedimen berupa pasir dan kayu ke daerah hilir.

"Sedimen yang berupa pasir maupun kayu masih sangat mungkin turun ke daerah-daerah hilir," ujarnya.

Karena itu, pembangunan sabo dam dan check dam diusulkan sebagai bagian dari upaya pengendalian sedimen agar material dari hulu tidak terus terbawa ke wilayah hilir.

2. Normalisasi sungai jadi fokus awal penanganan

idntimes.com
Sejauh mata memandang biasanya sungai wisata telaga sunyi ini jernih dan dinikmati warga dan wisatawan namun sejak semalam kondisi berubah total, Sabtu (24/1/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Dody mengatakan Kementerian PU sebelumnya memprioritaskan penanganan di sektor sungai, terutama di wilayah terdampak seperti Tapanuli Selatan dan Tamiang.

"Karena di beberapa tempat yang terdampak seperti Tapanuli Selatan dan Tamiang, begitu masih hujan lagi, kemudian banjir lagi," ungkapnya.

Dalam kondisi tersebut, Kementerian PU fokus melakukan normalisasi sungai dengan cara pengerukan. Material hasil pengerukan dimanfaatkan sebagai tanggul sementara untuk mengurangi risiko luapan air.

3. Progres normalisasi sungai baru capai 52 persen

IMG-20251114-WA0155.jpg
Menteri PU, Dody Hanggodo saat di Unair. (IDN Times/Khusnul Hasana)

Dody mengakui penanganan sungai belum sepenuhnya rampung. Hingga saat ini, progres normalisasi sungai baru mencapai sekitar 52 persen karena panjangnya sungai-sungai yang terdampak.

"Targetnya by Oktober 2026 kami sudah selesai bisa selesai menangani kurang lebih 77 sungai nasional yang terdampak dan 43 sungai daerah yang terdampak," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Usai Bea Cukai, Purbaya Rombak Jajaran Pejabat Pajak Mulai Pekan Depan

27 Jan 2026, 22:38 WIBBusiness