Setelah 6 Tahun Vakum, Air China Bakal Terbang Lagi ke Korea Utara

- Air China akan kembali membuka rute penerbangan Beijing–Pyongyang pada 25 Agustus 2026 setelah enam tahun vakum akibat penutupan perbatasan.
- Penerbangan sempat dihentikan total sejak 2020 karena pandemi COVID-19, dan kini dibuka kembali setelah kondisi kesehatan serta keamanan dinilai stabil.
- Pengoperasian ulang ini dianggap strategis untuk memperkuat hubungan bilateral Tiongkok–Korea Utara serta mendukung mobilitas warga dan pejabat antarnegara.
Jakarta, IDN Times - Maskapai nasional Tiongkok, Air China mengumumkan rencana untuk membuka kembali rute penerbangan penumpang antara Beijing dan Pyongyang. Langkah yang diumumkan pada Jumat (13/3/2026), ini menandai beroperasinya kembali layanan udara tersebut setelah sempat terhenti selama enam tahun akibat penutupan perbatasan yang ketat.
Keputusan untuk memulai kembali penerbangan menjadi sinyal kuat pulihnya konektivitas antara kedua negara pasca pandemi COVID-19. Sebelumnya, seluruh akses perjalanan lintas batas sempat ditangguhkan total sejak tahun 2020 guna menekan penyebaran virus, yang membuat jalur udara ini vakum dalam waktu cukup lama.
1. Rencana pembukaan kembali rute penerbangan Beijing menuju Pyongyang

Maskapai nasional Tiongkok, Air China, dijadwalkan akan memulai kembali layanan penerbangan penumpang antara Beijing dan Pyongyang pada 25 Agustus 2026 mendatang. Rencana ini menjadi kabar penting karena merupakan pertama kalinya pesawat komersial terbang di jalur tersebut setelah sekian lama berhenti beroperasi.
Persiapan teknis dan administrasi saat ini sedang dimatangkan oleh pihak maskapai agar jadwal keberangkatan dapat berjalan tepat waktu sesuai rencana. Penerbangan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan perjalanan dinas dan diplomatik yang mulai meningkat kembali.
2. Penangguhan operasional penerbangan pada 2020 akibat pandemi Covid-19

Rute penerbangan ini sebelumnya telah dihentikan total sejak tahun 2020, sebagai dampak dari penutupan perbatasan secara besar-besaran akibat pandemi Covid-19. Selama masa pandemi, semua perjalanan lintas batas antar negara memang dihentikan demi menjaga keamanan kesehatan masyarakat.
Setelah jeda selama enam tahun, pembukaan kembali jalur udara ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keamanan dan kesehatan yang sudah jauh lebih stabil. Pemerintah kedua negara telah melakukan koordinasi intensif untuk memastikan seluruh prosedur perjalanan tetap mematuhi aturan yang berlaku.
3. Peran penting maskapai nasional dalam memperkuat hubungan bilateral

Pengaktifan kembali layanan Air China ini memiliki makna strategis dalam mendukung mobilitas warga dan pejabat resmi antar kedua negara. Meskipun layanan ini akan dibuka kembali, otoritas tetap menekankan pentingnya pengawasan dokumen perjalanan yang ketat bagi setiap calon penumpang. Keberhasilan operasional rute ini akan menjadi tolok ukur bagi pembukaan akses transportasi internasional lainnya di masa depan.
"Kembalinya layanan maskapai nasional di rute ini memberikan harapan baru bagi kemudahan akses menuju Pyongyang yang sebelumnya sangat terbatas," ujar Rowan Beard, seorang pengamat perjalanan internasional, dilansir Korea Herald.

















