Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Memahami Perbedaan Sektor Upstream dan Downstream di Industri Migas
ilustrasi anjungan lepas pantai (pexels.com/Aron Razif)
  • Sektor upstream fokus pada eksplorasi dan produksi migas, mencakup pencarian cadangan, pengeboran sumur, serta pengambilan bahan mentah dengan dukungan tenaga ahli dan layanan teknis.
  • Sektor downstream berperan mengolah hasil produksi menjadi produk siap pakai seperti bensin, solar, gas alam, dan pelumas sebelum didistribusikan ke konsumen melalui jaringan ritel.
  • Sektor midstream menangani penyimpanan dan transportasi migas, sementara perusahaan terintegrasi seperti Shell dan BP menguasai seluruh rantai pasok dari eksplorasi hingga penjualan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Klasifikasi perusahaan dalam industri minyak dan gas (migas) ditentukan berdasarkan posisinya dalam rantai pasok, yakni sektor upstream, midstream, atau downstream.

Beberapa perusahaan besar bahkan dikategorikan sebagai perusahaan terintegrasi karena menjalankan fungsi di dua atau tiga segmen tersebut sekaligus. Dilansir Investopedia, berikut perbedaannya!

1. Eksplorasi dan produksi di sektor upstream

ilustrasi anjungan lepas pantai (pexels.com/Jan-Rune Smenes Reite)

Sektor upstream berfokus pada tahapan awal, mulai dari mengidentifikasi, mengekstraksi, hingga memproduksi sumber daya alam. Perusahaan di bidang ini bertanggung jawab mencari cadangan migas, melakukan pengeboran sumur, hingga mengambil bahan mentah dari perut bumi.

Sektor ini juga melibatkan berbagai layanan pendukung, seperti operasi rig, studi kelayakan, penyewaan alat, serta penyediaan bahan kimia untuk ekstraksi. Berbagai tenaga ahli terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari geolog, geofisikawan, ilmuwan, hingga kontraktor survei seismik dan pengeboran.

2. Pengolahan dan distribusi ke konsumen di sektor downstream

Armada mobil tangki Pertamina. (Dok. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi)

Berbeda dengan tahap awal, sektor downstream beroperasi lebih dekat dengan konsumen akhir. Aktivitasnya dimulai setelah proses produksi selesai hingga mencapai titik penjualan. Sektor ini melibatkan kilang minyak, pabrik petrokimia, serta jaringan ritel dan distributor gas alam.

Pihak-pihak di sektor ini bertugas mengolah bahan mentah menjadi produk jadi yang siap digunakan masyarakat. Produk yang dihasilkan meliputi solar, bensin, gas alam, pelumas, hingga bahan baku untuk farmasi dan pestisida.

3. Peran midstream dan perusahaan terintegrasi

ilustrasi kilang minyak (pexels.com/ Erik Mclean)

Di antara tahap produksi dan penjualan, terdapat sektor midstream yang menangani penyimpanan, pengolahan antara, serta transportasi produk migas. Sementara itu, banyak perusahaan energi raksasa memilih untuk beroperasi secara terintegrasi dengan menguasai seluruh rantai pasok.

Mereka memiliki kegiatan pengeboran sendiri, mengoperasikan kilang, hingga mengelola jaringan SPBU melalui sistem waralaba. Perusahaan global yang menerapkan model bisnis terintegrasi ini di antaranya adalah Shell, Chevron, BP, serta ExxonMobil.

Editorial Team