Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp239 Triliun

- Pemerintah menambah 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, dengan detail operasional yang sedang difinalisasi usai pertemuan Bahlil Lahadalia dan Presiden Prabowo di Hambalang.
- Dari 20 proyek hilirisasi tahap pertama, sebagian besar sudah groundbreaking dan sisanya ditargetkan mulai April 2026 untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri.
- Presiden Prabowo menekankan pengelolaan SDA untuk kepentingan nasional serta percepatan swasembada energi melalui pengembangan biofuel dan biodiesel berbasis CPO demi kemandirian ekonomi.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melaporkan adanya penambahan 13 item baru dalam program hilirisasi nasional. Total nilai investasinya diproyeksikan menyentuh angka Rp239 triliun.
Rencana finalisasi proyek tersebut disampaikan Bahlil usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Rabu (25/3/2026). Dia mengatakan, pemerintah tengah mematangkan detail operasionalnya dalam waktu dekat.
"Kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar Rp239 triliun dan akan kita bahas finalisasi," kata Bahlil dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).
1. Progres 20 proyek hilirisasi tahap pertama

Dalam pertemuan itu, Bahlil juga melaporkan perkembangan 20 proyek hilirisasi yang masuk dalam tahap awal. Menurut dia, sebagian besar proyek tersebut sudah memulai proses peletakan batu pertama (groundbreaking).
Sementara itu, proyek yang tersisa ditargetkan mulai digarap pada April 2026. Upaya itu dilakukan untuk memastikan pemanfaatan sumber daya alam memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri sekaligus memangkas ketergantungan pada impor energi.
2. Kekayaan alam diprioritaskan untuk kepentingan nasional

Bahlil mengatakan, Kepala Negara memberikan arahan khusus agar pengelolaan kekayaan alam selalu mengedepankan kepentingan nasional. Alhasil, sumber daya alam (SDA) Indonesia harus dijaga ketat sebagai aset strategis negara.
Prabowo menginstruksikan agar seluruh pengelolaan sektor mineral diarahkan untuk mengoptimalkan penerimaan negara. Hal itu bertujuan agar kekayaan alam yang dimiliki benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi kedaulatan ekonomi bangsa.
"Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk bagaimana memperhatikan kepentingan negara, prioritas di atas segala-galanya dan kita menjaga sumber daya alam kita, sumber daya alam kita ini merupakan aset negara," kata Bahlil.
3. Kejar swasembada lewat biofuel dan CPO

Selain fokus pada hilirisasi, Bahlil mengatakan, percepatan ketahanan energi menjadi pilar utama kemandirian ekonomi nasional. Prabowo menginstruksikan jajarannya mengoptimalkan seluruh potensi energi domestik demi mencapai swasembada.
Fokus utama pemerintah saat ini mencakup pengembangan etanol serta biodiesel berbasis minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Itu diharapkan mampu memperkuat cadangan energi nasional tanpa bergantung pada pasokan impor.
"Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita baik itu etanol, baik itu biodiesel, dari CPO-CPO," ujar dia.


















