Menkeu Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Q2 Bisa Naik, Ini Alasannya

- Menkeu Purbaya optimis pertumbuhan ekonomi kuartal II akan menguat, didorong akselerasi belanja pemerintah dan masyarakat yang meningkat sejak awal tahun.
- Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 mencapai sekitar 5,7 persen, melampaui target APBN berkat stimulus dan daya beli masyarakat yang terjaga.
- Pemerintah menjaga likuiditas ekonomi melalui percepatan belanja dan perbaikan iklim usaha, memastikan stabilitas di tengah ketidakpastian global serta dampak konflik geopolitik.
Jakarta, IDN Times – Menteri Keuangan Purbaya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan semakin kuat pada kuartal II. Optimisme ini ditopang oleh kinerja pertumbuhan kuartal I yang dinilainya sudah baik, tercermin dari akselerasi belanja pemerintah dan masyarakat.
Meski demikian, Purbaya mengatakan pemerintah masih mencermati data pertumbuhan kuartal I-2026 sebagai indikator awal.
"Kalau saya lihat dari data yang ada, pertumbuhan bulan pertama cukup baik. Kalau di atas 5,5 persen, sudah jelas bahwa ekonomi kita benar-benar mulai berbelok ke arah positif," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Kamis (9/4/2026).
1. Aktivitas ekonomi kuartal I dan II tak hanya soal momentum Lebaran

Menurut Purbaya, Lebaran kerap dianggap sebagai pendorong ekonomi musiman, tahun lalu momentum tersebut relatif lesu. Jadi, peningkatan ekonomi saat ini bukan semata-mata karena Lebaran.
“Desain ekonomi yang kita jalankan memang membuat laju pertumbuhan lebih cepat. Dari sisi likuiditas, belanja pemerintah yang sebelumnya tidak efisien telah dipercepat dan dibuat lebih efektif. Akibatnya, banyak belanja pemerintah tumbuh lebih dari 30 persen dibanding tahun lalu, sementara penerimaan pajak meningkat lebih dari 20 persen. Semua ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi benar-benar membaik,” jelas Purbaya.
2. Pertumbuhan ekonomi kuartal I diproyeksi 5,7 persen

Sebelumnya, Purbaya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 bisa mencapai 5,7 persen seiring dengan menguatnya daya beli masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai berbagai stimulus yang digelontorkan pemerintah telah efektif menjaga daya beli masyarakat. Proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut lebih tinggi dari target yang ditetapkan dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen.
“Kalau melihat angka-angka terakhir, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,6–5,7 persen jika dihitung secara kasar. Itu sudah lumayan bagus di tengah gejolak global saat ini,” ujarnya.
3. Likuiditas di perekonomian diharapkan terus meningkat

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah hingga kini memastikan likuiditas sistem perekonomian tetap memadai, termasuk melalui belanja pemerintah yang dilakukan tepat waktu. Tak hanya itu, pemerintah juga terus mengupayakan perbaikan iklim usaha agar kegiatan ekonomi berjalan optimal.
Meski menghadapi ketidakpastian ekonomi global akibat perang di Timur Tengah, Purbaya menilai perekonomian nasional tetap kuat. Menurutnya, APBN mampu meredam dampak gejolak, misalnya kenaikan harga minyak dunia. Sejalan dengan itu, ia optimistis perekonomian Indonesia masih stabil di tengah konflik geopolitik.
















