Menkeu Purbaya: Defisit APBN Sengaja Diperlebar demi Cegah Krisis 1998

- Demi jaga pertumbuhan ekonomi di tengah perlambatanMenurutnya, keputusan untuk memperlebar defisit bukanlah pilihan yang mudah. Langkah itu dianggap perlu untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan perlambatan.
- Banyak pihak kritik langkahnyaDemi menjaga agar krisis ekonomi tidak terulang, banyak pihak yang mengkritik langkahnya tersebut. Orang-orang mengkritik, sebentar lagi fiskal defisitnya menggelembung.
- Menkeu pilih kebijakan countercyclicalDi tengah tren perlambatan ekonomi, dia memilih kebijakan counter-cyclical dengan meningkatkan belanja pemerintah melalui program bantuan sos
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pihaknya sengaja memperlebar defisit anggaran hingga mendekati ambang batas 3 persen terhadap PDB. Dia mengklaim langkah tersebut diambil untuk mencegah terulangnya krisis ekonomi 1997-1998.
Realisasi sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 tercatat mengalami defisit senilai Rp695,1 triliun, atau mencapai 2,92 persen dari PDB.
"Tapi itu suatu langkah yang perlu dilakukan kalau enggak kita kayak 1998 lagi, pilih yang mana? " tegasnya.
1. Demi jaga pertumbuhan ekonomi di tengah perlambatan

Menurutnya, keputusan untuk memperlebar defisit bukanlah pilihan yang mudah. Namun, langkah itu dianggap perlu untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan perlambatan.
“Dari sisi pemerintah, belanja, dan kebijakan lainnya saya pastikan semuanya bertujuan untuk memulihkan ekonomi. Dampaknya memang fiskal, sehingga defisit anggaran melebar," tegasnya.
2. Banyak pihak kritik langkahnya

Demi menjaga agar krisis ekonomi tidak terulang, banyak pihak yang mengkritik langkahnya tersebut.
"Orang-orang mengkritik, sebentar lagi fiskal defisitnya menggelembung. Lalu bertanya, mengapa Purbaya sebodoh itu?" lanjut dia.
3. Menkeu pilih kebijakan countercylical

Di tengah tren perlambatan ekonomi yang melanda Indonesia, dia mengaku memilih kebijakan counter-cyclical dengan meningkatkan belanja pemerintah, baik melalui program bantuan sosial maupun pemberian insentif pajak. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi agar kembali bergerak lebih kuat.
“Jika kita memperlambat fiskal, ekonomi akan semakin jatuh. Jika kita menaikkan pajak, ekonomi juga akan semakin tertekan. Karena itu, selama ini saya tidak pernah menaikkan tarif pajak atau bea cukai. Namun, saya pastikan bahwa penerimaan negara tetap optimal dan kita akan terus berusaha,” ungkap Bendahara Negara itu.











.jpg)






