Menko Klaim Perbaikan Ekonomi Diikuti Turunnya Kemiskinan-Ketimpangan

- Rasio gini alami penurunan, menunjukkan distribusi pendapatan yang semakin merata.
- Pasar tenaga kerja menunjukkan perbaikan seiring pertumbuhan ekonomi, dengan tingkat pengangguran terus menurun.
- Investasi yang masuk berhasil menyerap 2,71 juta tenaga kerja baru, mencerminkan membaiknya aktivitas usaha di berbagai sektor.
Jakarta, IDN Times - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perbaikan indikator sosial terus mengiringi pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menjelaskan tingkat kemiskinan dan ketimpangan pendapatan berada dalam tren menurun hingga September 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan tercatat sebesar 8,25 persen pada September 2025.
"Secara jumlah, penduduk miskin tercatat sebanyak 23,36 juta orang pada September 2025. Angka tersebut menurun dari 23,85 juta orang pada Maret 2025 dan jauh lebih rendah dibandingkan Maret 2021 yang sempat mencapai 27,54 juta orang," tegasnya.
1. Rasio gini juga alami penurunan

Penurunan juga terlihat dari sisi ketimpangan. Rasio Gini pada September 2025 tercatat sebesar 0,363, membaik dibandingkan posisi Maret 2025 yang berada di level 0,375. Angka ini menunjukkan distribusi pendapatan yang semakin merata.
Dalam tren lima tahun terakhir, rasio gini sempat berfluktuasi di kisaran 0,381–0,388 pada periode 2020–2023, sebelum akhirnya menunjukkan tren penurunan yang lebih konsisten sepanjang 2024 hingga 2025.
"Ini menunjukkan pemerataan kesejahteraan yang terus meningkat," jelasnya.
2. Pasar tenaga kerja menunjukkan perbaikan seiring pertumbuhan ekonomi

Sementara itu, kinerja pasar tenaga kerja menunjukkan perbaikan seiring pertumbuhan ekonomi yang berlanjut. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) tercatat terus menurun hingga akhir 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran pada November 2025 berada di level 4,7 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi Agustus 2025 yang sebesar 4,9 persen maupun Februari 2025 di level 4,8 persen
Secara jumlah, total pengangguran tercatat 7,35 juta orang pada November 2025. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan Agustus 2020 yang sempat mencapai 9,77 juta orang saat tekanan pandemi masih kuat.
"Momentum ini sangat sesuai dengan tema daripada rencana kerja pemerintah, yaitu kedaulatan pangan, energi, dan transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju," tegasnya.
3. Sebanyak 2,71 juta tenaga kerja berhasil teserap oleh investasi yang masuk

Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan sepanjang 2025 investasi yang masuk berhasil menyerap 2,71 juta tenaga kerja baru. Peningkatan serapan tenaga kerja tersebut mencerminkan membaiknya aktivitas usaha di berbagai sektor, termasuk industri pengolahan, jasa, serta proyek infrastruktur dan hilirisasi.
Dengan tren ini, stabilitas ekonomi dan ekspansi investasi diharapkan terus memperluas kesempatan kerja dan menjaga tingkat pengangguran tetap terkendali ke depan.


















