Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ekonomi RI Tumbuh 5,11 Persen di 2025, Terbaik Kedua di G20

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Indonesia Economic Outlook 2026.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Indonesia Economic Outlook 2026. (Youtube.com/Kemenko Perekonomian)
Intinya sih...
  • Rincian pertumbuhan ekonomi negara anggota G-20.
  • Pertumbuhan ekonomi ditopang konsumsi rumah tangga dan momen Nataru.
  • Ekspor naik 7,03 persen kuartal IV.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut menjadi yang tertinggi kedua di antara negara anggota G20, setelah India yang tumbuh 7,4 persen.

“Indonesia di antara negara G20 pada kuartal keempat adalah nomor dua, sesudah India yang 7,4 persen. Pertumbuhan kita secara year on year 5,11 persen,” ujar Airlangga dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).

1. Rincian pertumbuhan ekonomi negara anggoata G-20

Screenshot 2026-02-14 145505.jpg
Indonesia diklaim masih bertumbuh baik sepanjang tahun lalu. (Dok/Istimewa).

Berdasarkan paparannya, di tengah kondisi tersebut, Indonesia justru mampu menjaga momentum pertumbuhan. Dalam daftar pertumbuhan ekonomi negara anggota G-20 pada kuartal IV-2025, India memimpin dengan pertumbuhan 7,40 persen, diikuti Indonesia sebesar 5,39 persen, dan Saudi Arabia 4,90 persen.

Selanjutnya, China tumbuh 4,50 persen, Spanyol 2,60 persen, dan United States 1,90 persen. Di bawahnya terdapat Belanda 1,80 persen, Korea Selatan 1,50 persen, Eropa sebesar 1,30 persen, Perancis 1,10 persen, serta Jepang 0,80 persen.

Capaian ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu motor pertumbuhan di antara negara-negara besar dunia. Ketika sejumlah ekonomi maju mengalami perlambatan signifikan, struktur konsumsi domestik yang kuat, belanja pemerintah, serta stabilitas makroekonomi menjadi penopang utama pertumbuhan nasional.

2. Pertumbuhan ekonomi ditopang konsumsi rumah tangga dan momen Nataru

Pemerintah targetkan Pertumbuhan Ekonomi dalam Indonesia Economic Outlook 2026.
Pemerintah targetkan Pertumbuhan Ekonomi dalam Indonesia Economic Outlook 2026. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Airlangga menyebutkan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen. Hal ini mencerminkan stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga, peningkatan mobilitas saat hari besar keagamaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), serta aktivitas ekonomi masyarakat yang tinggi.

Selain itu, konsumsi organisasi lembaga kemasyarakatan tumbuh 5,13 persen, yang mencerminkan peningkatan kegiatan sosial dan respons kebijakan kebencanaan. Investasi juga tumbuh 5,09 persen, sementara belanja modal pemerintah melonjak 44,2 persen.

“Kemudian, belanja pemerintah pada program prioritas dan stimulus ekonomi berperan menjaga permintaan domestik serta menjadi shock absorber terhadap risiko perlambatan ekonomi,” tuturnya.

3. Ekspor naik 7,03 persen kuartal IV

Kapal pengangkut barang sedang berlayar di laut.
ilustrasi ekspor (pexels.com/Fred dendoktoor)

Tak hanya itu, kinerja perekonomian Indonesia pada 2025 juga ditopang oleh sektor eksternal. Dari sisi ekspor, pertumbuhan tercatat sebesar 7,03 persen, didorong kenaikan nilai dan volume pengiriman ke berbagai negara mitra dagang.

Selain itu, peningkatan kunjungan wisatawan sebesar 10 persen turut menopang kinerja tersebut. Sejumlah sektor terkait pariwisata dan mobilitas pun mencatatkan pertumbuhan tinggi. Sektor transportasi dan pergudangan, serta akomodasi dan makan minum, masing-masing tumbuh di atas 7 persen sepanjang tahun lalu.

Mobilitas wisatawan domestik juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,2 miliar perjalanan, mencerminkan kuatnya aktivitas ekonomi berbasis konsumsi dan jasa. Dengan demikian, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada 2026, dengan potensi mencapai 5,6 persen. Dalam jangka menengah, pemerintah membidik pertumbuhan hingga 8 persen.

“Seperti pesawat, kita pernah hendak take off pada 1998, tetapi ada gangguan internasional. Sekarang, kita akan take off dalam dua tahun ke depan,” ujar Airlangga.

4. Momen ekonomi membaik pun berlanjut di kuartal I

WhatsApp Image 2026-02-05 at 14.33.45 (1).jpeg
Kinerja pertumbuhan ekonomi per wilayah. (IDN Times/Triyan).

Bila dirinci, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2025 sebesar 4,87 persen, lalu meningkat menjadi 5,12 persen pada kuartal II-2025. Namun, pertumbuhan ekonomi melambat pada kuartal III-2025 menjadi 5,04 persen. Pada kuartal IV-2025, perekonomian tumbuh hingga 5,39 persen atau menjadi yang tertinggi sepanjang 2025.

Ada yang berbeda pada 2026 karena momentum hari besar keagamaan nasional (HBKN) berlanjut dari kuartal IV-2025 ke kuartal I-2026. HBKN Nataru pada kuartal IV-2025 disusul momentum Ramadan dan Lebaran pada kuartal I-2026.

“Untuk pertama kalinya, kuartal IV-2025 dan kuartal I-2026 terjadi secara berurutan (back to back). Berdasarkan pengalaman, saat Lebaran terjadi, pertumbuhan biasanya menjadi yang tertinggi. Oleh karena itu, kita akan terus mendorong pertumbuhan di kuartal I-2026,” tutur Airlangga.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Kenapa Banyak Bisnis Gagal di Fase Berkembang?

14 Feb 2026, 15:02 WIBBusiness