Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana saat meninjau persiapan menyambut libur lebaran di Taman Bendera Pusaka dan Kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026) sore (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Dalam kesempatan tersebut, Widiyanti juga memaparkan capaian kinerja sektor pariwisata yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,07 juta kunjungan sepanjang Januari sampai Mei 2026, atau meningkat 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara, Average Spending Per Arrival (ASPA) pada triwulan pertama 2026 tercatat sebesar 1.345,61 dolar AS atau setara Rp22,68 juta, tumbuh 5,36 persen dibandingkan triwulan I 2025. Capaian tersebut turut mendorong devisa pariwisata tumbuh 6,30 persen menjadi 4,05 miliar dolar AS pada periode yang sama.
Selain itu, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 523,22 juta perjalanan sepanjang Januari–Mei 2026, meningkat 2,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan pertama 2026 tercatat pada kisaran 4,01–5,00 persen. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 0,11 hingga 1,10 poin persentase dibandingkan triwulan I 2025.
Dari sisi investasi, kata Widiyanti sektor pariwisata mencatat pertumbuhan signifikan dengan realisasi investasi mencapai Rp25,34 triliun pada triwulan pertama 2026, atau meningkat 76,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Capaian ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata terus berada pada jalur yang mendukung pencapaian target pembangunan tahun 2026 dan menjadi landasan untuk mencapai target yang lebih tinggi pada tahun 2027," kata Widiyanti.
Sejalan dengan peningkatan target pembangunan sektor pariwisata, Kemenpar mengajukan tambahan anggaran dari pagu indikatif tahun anggaran 2027 sebesar Rp1,01 triliun menuju pagu ideal sebesar Rp3 triliun.
Dalam forum yang sama, Kemenpar menyampaikan hingga 9 Juli 2026, realisasi fisik program telah mencapai 59,29 persen dengan realisasi pembayaran secara keseluruhan sebesar 46,02 persen. Capaian itu lebih tinggi dibandingkan realisasi anggaran pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan penyerapan anggaran disebut, kata Widiyanti, jadi bagian komitmen untuk mengakselerasi pelaksanaan program kerja yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.