Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menpar Pastikan Pengelolaan Keuangan Kemenpar dalam Kondisi Sehat
Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana memaparkan Laporan Keuangan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026)(dok. Kemenpar)
  • Menpar Widiyanti melaporkan keuangan Kemenpar 2025 dalam kondisi sehat dengan realisasi anggaran 95,52 persen dan optimistis mempertahankan opini WTP dari BPK untuk tahun kesebelas berturut-turut.
  • Kinerja pariwisata menunjukkan tren positif dengan 6,07 juta wisatawan mancanegara, peningkatan devisa hingga 4,05 miliar dolar AS, serta lonjakan investasi sektor pariwisata mencapai Rp25,34 triliun pada awal 2026.
  • Widiyanti menegaskan penguatan sektor pariwisata sebagai investasi strategis bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui sinergi pemerintah dan DPR guna memastikan efektivitas belanja negara serta penciptaan lapangan kerja berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Menteri Widiyanti bilang uang di Kementerian Pariwisata dipakai dengan baik dan sehat. Ia rapat sama orang DPR di Jakarta. Banyak turis datang ke Indonesia, lebih banyak dari tahun lalu. Uang dari wisata juga naik banyak. Sekarang mereka mau tambah anggaran supaya wisata makin maju dan bantu ekonomi negara tumbuh terus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, memaparkan laporan keuangan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tahun anggaran 2025, dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).

Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi VII DPR, Lamhot Sinaga. Selain Menteri Pariwisata, rapat kerja ini juga dilakukan bersama dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Rifky Harsya.

"Rapat kerja ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan DPR untuk memastikan bersama bahwa setiap rupiah anggaran negara dikelola secara akuntabel, tepat sasaran, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," kata Widiyanti dalam rapat di komples parlemen, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

1. Pengelolaan keuangan Kemenpar disebut dalam kondisi sehat dengan struktur aset yang kuat

Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana memaparkan Laporan Keuangan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026)(dok. Kemenpar)

Widiyanti menyampaikan pengelolaan keuangan Kemenpar berada dalam kondisi sehat, dengan struktur aset yang kuat, serta didukung pendanaan pemerintah sesuai dengan ketentuan pengelolaan keuangan negara.

Pada Tahun Anggaran 2025, Kemenpar mencatat realisasi anggaran 95,52 persen dari pagu yang dapat digunakan. Sementara, realisasi anggaran berdasarkan satuan kerja mencapai 95,92 persen, yang terdiri atas Satuan Kerja Pusat sebesar 97,74 persen, Politeknik Pariwisata 93,66 persen, dan Badan Pelaksana Otorita 90,66 persen dari pagu Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp1,48 triliun.

Widianti menjelaskan laporan keuangan Kemenpar atas penggunaan APBN tahun anggaran 2025 telah diserahkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada awal Februari 2026, untuk proses pemeriksaan. Kemenpar dijadwalkan menerima opini BPK atas laporan keuangan tersebut pada 16 Juli 2026.

Widiyanti optimistis Kemenpar kembali memperoleh hasil positif sekaligus memperkuat capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang telah diraih selama sepuluh tahun berturut-turut sejak 2015.

2. Menpar ungkap capaian kinerja sektor pariwisata

Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana saat meninjau persiapan menyambut libur lebaran di Taman Bendera Pusaka dan Kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026) sore (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Dalam kesempatan tersebut, Widiyanti juga memaparkan capaian kinerja sektor pariwisata yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,07 juta kunjungan sepanjang Januari sampai Mei 2026, atau meningkat 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, Average Spending Per Arrival (ASPA) pada triwulan pertama 2026 tercatat sebesar 1.345,61 dolar AS atau setara Rp22,68 juta, tumbuh 5,36 persen dibandingkan triwulan I 2025. Capaian tersebut turut mendorong devisa pariwisata tumbuh 6,30 persen menjadi 4,05 miliar dolar AS pada periode yang sama.

Selain itu, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 523,22 juta perjalanan sepanjang Januari–Mei 2026, meningkat 2,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan pertama 2026 tercatat pada kisaran 4,01–5,00 persen. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 0,11 hingga 1,10 poin persentase dibandingkan triwulan I 2025.

Dari sisi investasi, kata Widiyanti sektor pariwisata mencatat pertumbuhan signifikan dengan realisasi investasi mencapai Rp25,34 triliun pada triwulan pertama 2026, atau meningkat 76,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Capaian ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata terus berada pada jalur yang mendukung pencapaian target pembangunan tahun 2026 dan menjadi landasan untuk mencapai target yang lebih tinggi pada tahun 2027," kata Widiyanti.

Sejalan dengan peningkatan target pembangunan sektor pariwisata, Kemenpar mengajukan tambahan anggaran dari pagu indikatif tahun anggaran 2027 sebesar Rp1,01 triliun menuju pagu ideal sebesar Rp3 triliun.

Dalam forum yang sama, Kemenpar menyampaikan hingga 9 Juli 2026, realisasi fisik program telah mencapai 59,29 persen dengan realisasi pembayaran secara keseluruhan sebesar 46,02 persen. Capaian itu lebih tinggi dibandingkan realisasi anggaran pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan penyerapan anggaran disebut, kata Widiyanti, jadi bagian komitmen untuk mengakselerasi pelaksanaan program kerja yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

3. Penguatan sektor pariwisata dinilai sebagai investasi bagi pertumbuhan ekonomi nasional

Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana saat meninjau persiapan menyambut libur lebaran di Taman Bendera Pusaka dan Kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026) sore (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Lebih lanjut, Widiyanti menegaskan, komitmen Kemenpar menjaga akuntabilitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), meningkatkan efektivitas belanja negara, serta memastikan setiap program memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Widiyanti menekankan pentingnya menjaga keselarasan antara target pembangunan yang terus meningkat dan dukungan sumber daya yang tersedia. Target sektor pariwisata pada 2027 menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi kunjungan wisatawan, devisa, investasi, maupun kontribusi terhadap perekonomian nasional.

"Oleh karena itu, kami berharap pembahasan mengenai kebutuhan anggaran dapat ditempatkan dalam kerangka untuk memastikan seluruh target tersebut dapat dicapai secara optimal," kata dia.

Widiyanti meyakini penguatan sektor pariwisata merupakan investasi bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Sinergi seluruh pemangku kepentingan, khususnya dengan DPR RI, diharapkan semakin memperkuat peran sektor pariwisata sebagai salah satu lokomotif pembangunan nasional yang berkelanjutan.

"Akhirnya, kami berharap sinergi yang telah terjalin baik antara pemerintah dan Komisi VII DPR RI dapat terus diperkuat, sehingga sektor pariwisata mampu memberikan kontribusi yang semakin besar bagi pembangunan nasional" imbuh Widiyanti.

Curated For You

Editorial Team

Related Article