Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mensesneg Ungkap Faktor Pemicu PHK di Perusahaan : Semua Kita Benahi
Mensesneg RI Prasetyo Hadi (kiri) dan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) dalam jumpa pers di Gedung DPR RI. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan PHK dipicu berbagai faktor seperti konflik internal manajemen, penurunan permintaan, hingga masalah likuiditas akibat gangguan di sektor perbankan.
  • Satgas Mitigasi PHK memetakan perusahaan yang berpotensi melakukan PHK, termasuk yang sebenarnya sehat namun terdampak persoalan eksternal seperti kendala bahan baku atau hubungan dengan institusi keuangan.
  • Pemerintah melalui Satgas Mitigasi PHK menggandeng kementerian dan lembaga terkait untuk menekan risiko PHK serta memperkuat kemandirian industri agar tak bergantung pada bahan baku impor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Prasetyo bilang banyak orang bisa kehilangan kerja karena banyak hal. Kadang karena bahan buat kerja susah, kadang karena uang perusahaan di bank bermasalah, atau ada ribut di dalam kantor. Sekarang ada tim khusus yang bantu cari jalan supaya orang tidak dipecat. Pemerintah mau semua masalah itu dibenahi pelan-pelan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi mengungkapkan, sejumlah faktor yang dapat memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh suatu perusahaan.

"Salah satu langkah konkret pagi hari ini sudah banyak sekali yang kita bahas, perusahaan-perusahaan yang sudah apa namanya, kejadian (PHK) sekian tahun yang lalu juga sudah ada PHK tapi belum terselesaikan apa yang menjadi kewajiban perusahaan," kata Prasetyo di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Berdasarkan temuan Satgas, PHK tak selalu berkaitan dengan suplai bahan baku, melainkan konflik di manajemen perusahaan terkait. Kendati demikian, ia mengatakan, apapun faktor pemicunya, pemerintah akan mencarikan solusi sehingga ancaman PHK tersebut bisa dimitigasi.

"Ada juga yang berpotensi terjadi PHK, dan kita mitigasi satu per satu karena permasalahan PHK tidak selalu berkenaan dengan masalah, misalnya tadi, suplai bahan baku. Misalnya gas atau batu bara. Kadang-kadang juga ada permasalahan yang itu adalah konflik internal manajemen perusahaan. Tetapi apapun itu penyebabnya, maka menjadi tugas kita untuk bersama-sama melakukan mitigasi. saya kira begitu," tuturnya.

1. Ancaman PHK dipengaruhi sejumlah faktor

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Prasetyo menjelaskan, ancaman PHK banyak dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk persoalan modal perusahaan yang disimpan di perbankan. Menurut dia, ketika perbankan tersebut bermasalah, maka bisa memicu likuiditas modal perusahaan tersebut.

"Sebagaimana tadi yang saya sampaikan, jadi memang karakteristiknya tidak kepada satu sektor tertentu karena problem-nya juga bermacam-macam. Ada yang memang misalnya demand-nya turun. Ya, permintaannya turun," kata dia.

"Ada juga tadi bermasalah terhadap modal, modal disimpan di sebuah institusi perbankan yang institusi perbankannya bermasalah," imbuh dia.

2. Satgas Mitigasi PHK mulai memetakan perusahan yang ancam lakukan PHK

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Pria yang akrab disapa Pras ini mengatakan, Satgas Mitigasi PHK telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah perusahaan yang terancam akan melakukan PHK. Sebab, menurut dia, ada juga perusahaan yang secara fundamental keuangannya sehat, tapi bisa terancam karena bermasalah dengan institusi eksternal.

"Padahal sebetulnya perusahaannya perusahaan sangat sehat. Hanya karena bermasalah dengan pihak institusi lain di perbankannya, ini juga ikut bermasalah. Jadi satu-satu memang secara detail kita petakan," ucapnya.

Kendati demikian, Pras menepis adanya anggapan bahwa fenomena PHK di Indonesia meningkat. Ia menekankan, setiap perusahaan memiliki permasalahan yang berbeda-beda.

Ia menjelaskan, supply dan demand industri gas di Jawa Timur dan Jawa Tengah tidak terganggu karena tidak ada kendala teknis terkait bahan baku. Sebaliknya, industri gas di Jawa Barat saat ini ada masalah karena faktor bahan baku.

"Tidak, tidak (tren PHK meningkat). Kalau yang ada potensi meningkat, yang berkaitan dengan masalah suplai bahan baku ya. Yang karena itu terpengaruh juga oleh harga dunia atau faktor geopolitik, satu. Kedua, juga ada faktor manajemen di internal kita sendiri," ujar Pras.

3. Satgas PHK gandeng sejumlah stakeholder

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Satgas Mitigasi PHK akan menggandeng sejumlah stakehokder, di antaranya Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Satgas Hilirisasi untuk mengatasi persoalan ini. Ia juga berharap RI tak tergantung dengan bahan baku impor untuk menimimalisir potensi PHK tersebut.

"Pasti, pasti (faktor ekonomi global). Kalau kita bicara ekonomi, semua faktor saling berkaitan. Meskipun sekali lagi bukan itu menjadi alasan. Semua kita coba benahi, semua kita coba perbaiki," ujar Pras.

Editorial Team

Related Article