Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mentan Pastikan Stok Pangan Aman Terkendali pada Lebaran 2026
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional aman dan harga stabil selama Lebaran 2026, hasil dari kerja bersama menjaga produksi, distribusi, dan pengendalian harga.
  • Stok beras nasional mencapai sekitar 28 juta ton dengan ketahanan hingga 11 bulan ke depan, didukung panen raya di berbagai daerah yang membuat posisi beras dalam kondisi surplus.
  • Sejumlah komoditas strategis seperti cabai rawit, daging ayam, dan bawang merah juga mengalami surplus signifikan, sehingga harga di pasar mulai stabil dan cenderung menurun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memastikan pasokan pangan nasional selama Lebaran tahun ini stabil dan terkendali. Hal itu kemudian menciptakan kondisi membahagiakan buat para petani, pedagang, dan konsumen di seluruh Indonesia.

"Lebaran tahun ini kita syukuri bersama. Produksi baik, stok cukup, harga stabil. Petani tetap berproduksi, pedagang bisa berdagang, masyarakat bisa membeli dengan harga terjangkau," kata Amran, dikutip dari ANTARA, Minggu (22/3/2026).

Amran juga menegaskan, pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan harga supaya petani tidak rugi dan masyarakat tetap mampu mendapatkan harga pangan terjangkau.

"Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi karena memberatkan masyarakat, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena merugikan petani. Pemerintah harus menjaga keseimbangan itu,” ujarnya.

1. Hasil kerja bersama

Stok beras yang ada di Gudang Bulog (IDN Times/Daruwaskita)

Amran menambahkan, keberhasilan menjaga stok dan stabilitas harga pangan merupakan hasil kerja bersama dari peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan, pengawasan distribusi, serta pengendalian harga di pasar.

“Kita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum karena harga hasil panen baik, pedagang tersenyum karena barang tersedia dan bisa dijual, dan masyarakat juga tersenyum karena harga pangan terjangkau. Itulah tujuan pemerintah menjaga pangan,” tutur Amran.

Amran menjelaskan, posisi stok beras nasional sangat kuat. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog saat ini sekitar 4,09 juta ton, beras yang beredar di masyarakat sekitar 11–12 juta ton, serta potensi panen dalam waktu dekat sekitar 12 juta ton.

2. Kekuatan stok beras nasional mencapai 28 juta ton

Ilustrasi stok beras di Gudang Bulog.(IDN Times/Vadhia Lidyana)

Secara total, kekuatan stok beras nasional mencapai sekitar 28 juta ton atau setara ketahanan pangan hingga sekitar 11 bulan ke depan. Produksi beras nasional juga menunjukkan tren peningkatan.

Panen raya di berbagai daerah sedang menunjukkan geliat hasil yang menggembirakan mengingat Maret 2026 merupakan saat panen raya terjadi. Peningkatan produksi ini memperkuat stok nasional sekaligus menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.

"Produksi kita meningkat, panen raya terjadi di banyak daerah, Februari, Maret dan April banyak panen di berbagai daerah, sehingga stok beras nasional sangat kuat. Produksi kita sudah berada di atas kebutuhan konsumsi nasional,” tutur Amran.

Adapun dengan kebutuhan beras nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan dan produksi bulanan berada di kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton, kondisi beras nasional berada dalam posisi surplus.

3. Sejumlah komoditas strategis juga alami surplus

Ilustrasi cabai merah. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Selain itu, Amran juga menyampaikan, berdasarkan neraca pangan nasional hingga April 2026, sejumlah komoditas strategis berada dalam kondisi surplus. Beras misalnya, dengan ketersediaan 27,5 juta ton, kebutuhan 10,3 juta ton, maka neracanya surplus 17,2 juta ton.

Untuk cabai rawit, ketersediaan 409 ribu ton, kebutuhan 304 ribu ton, maka kondisi surplus 105 ribu ton. Sementara untuk daging ayam, dengan ketersediaan 2,07 juta ton, kebutuhan 1,34 juta ton, angka surplus 727 ribu ton.

Kemudian komoditas bawang merah ketersediaan 479 ribu ton, kebutuhan 422 ribu ton, maka kondisi surplus 57 ribu ton.

Selain itu, neraca cabai nasional pada Maret juga mengalami surplus produksi, dengan cabai rawit merah surplus sekitar 46.868 ton dan cabai besar surplus sekitar 8.282 ton. Kondisi itu membuat harga cabai mulai stabil dan cenderung menurun di pasar.

“Kalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang kita jaga terus, dari hulu sampai hilir,” ujar Amran.

Editorial Team