Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
bendera Mesir (unsplash.com/Kamel Altohamy)
  • Pendapatan Terusan Suez mencapai 724 juta dolar AS atau Rp13,09 triliun pada Oktober 2026, melonjak 94 persen secara tahunan di tengah pemulihan lalu lintas kapal.
  • Sebanyak 1.490 kapal dengan total tonase bersih 88 juta ton melintasi Terusan Suez pada Oktober, naik 32 persen untuk kapal dan 86 persen untuk tonase dibandingkan setahun sebelumnya.
  • Setelah pengalihan rute akibat kekhawatiran keamanan Laut Merah, SCA mendorong kembalinya pelayaran internasional sekaligus mendiversifikasi pendapatan melalui kemitraan, manufaktur maritim lokal, dan ekspor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pendapatan Terusan Suez di Mesir mengalami lonjakan sebesar 94 persen secara tahunan pada Oktober 2026 menjadi 724 juta dolar AS atau setara Rp13,09 triliun. Lalu lintas kapal di jalur pelayaran tersebut terus menunjukkan pemulihan di tengah tantangan geopolitik kawasan.

Ketua Suez Canal Authority (SCA) Laksamana Osama Rabie mengumumkan angka resmi tersebut di Kairo, Mesir pada Kamis (5/11/2026). Dia menyatakan bahwa pemulihan lalu lintas ini mencerminkan peran penting Terusan Suez dalam mendukung stabilitas dan keberlanjutan rantai pasok global.

1. Rekor lalu lintas kapal secara bulanan tertinggi sejak krisis

ilustrasi kapal tanker (unsplash.com/Shaah Shahidh)

Kanal pelayaran tersebut mencatatkan rekor lalu lintas kapal bulanan tertinggi sejak krisis Laut Merah bermula pada Oktober 2023. Dilansir EgyptToday, sebanyak 1.490 kapal melintasi perairan tersebut sepanjang Oktober 2026. Seluruh kapal tersebut tercatat mengangkut total tonase bersih gabungan sebesar 88 juta ton.

Data resmi SCA menunjukkan peningkatan volume lalu lintas kapal sebesar 32 persen dan tonase bersih sebesar 86 persen dibandingkan Oktober 2025. Pada periode Oktober 2025, hanya 1.128 kapal yang melintas dengan muatan tonase bersih sebesar 47 juta ton. Pemasukan kanal pada periode tersebut tercatat sebesar 373 juta dolar AS atau setara Rp6,75 triliun.

2. Pengalihan rute kapal ke Tanjung Harapan

kapal pengangkut curah melintasi Terusan Suez (Ahmed Helal, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Dilansir Xinhua, kekhawatiran keamanan di Laut Merah telah mendorong perusahaan pelayaran internasional mengalihkan kapal dari Terusan Suez sejak November 2023. Perusahaan pelayaran memilih memutar rute perjalanan armada mereka mengitari Tanjung Harapan di Afrika. Pengalihan rute ini secara signifikan mengurangi lalu lintas kanal dan memukul pendapatan devisa Mesir.

Rabie mengungkapkan optimismenya bahwa tren kenaikan lalu lintas ini dapat terus berlanjut. Kondisi positif tersebut diperkirakan berlanjut seiring makin banyaknya jalur pelayaran internasional yang kembali berlayar melalui Terusan Suez. Pemulihan ini berlangsung kendati kawasan tersebut menghadapi tantangan geopolitik.

3. Diversifikasi pendapatan dan industri lokal Mesir

ilustrasi kapal kargo (pexels.com/William Liu)

Pernyataan Rabie dipaparkan dalam diskusi meja bundar yang diselenggarakan oleh Egyptian Businessmen Association. Juru Bicara SCA Safwat George menyampaikan dalam pernyataan resmi pada Kamis (5/11/2026) bahwa data operasional terbaru tersebut diumumkan dalam agenda tersebut.

Dalam pertemuan itu, Rabie memaparkan upaya SCA dalam mendiversifikasi sumber pendapatan melalui kemitraan dengan berbagai entitas lokal dan internasional. Otoritas kanal juga menggarisbawahi upaya melokalisasi manufaktur unit maritim dan membuka keran ekspor di bawah slogan “Made in Egypt”.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article