Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Laba Emirates Group Turun 66 Persen Imbas Perang dan Biaya Avtur

4 min read
Laba Emirates Group Turun 66 Persen Imbas Perang dan Biaya Avtur
Pesawat Boeing 777 Emirates terparkir di Bandara Internasional Dubai. (unsplash.com/Alireza Akhlaghi)
  • Laba bersih Emirates Group pada paruh pertama 2026-2027 turun 66 persen menjadi 3,6 miliar dirham UEA, sementara pendapatan grup menyusut 12 persen akibat konflik regional dan lonjakan biaya avtur.
  • Emirates mencatat laba sebelum pajak turun 68 persen, seiring penumpang turun 22 persen dan keterisian kursi merosot ke 72 persen; maskapai telah memulihkan 91 persen jaringannya.
  • SkyCargo membukukan pendapatan naik 52 persen meski volume turun tipis, membantu menahan tekanan bisnis. Emirates Group mempertahankan kas 54,1 miliar dirham UEA dan melanjutkan investasi fasilitas pemeliharaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Emirates Group mengumumkan laba bersih setelah pajak pada paruh pertama tahun keuangan 2026-2027 anjlok 66 persen secara tahunan menjadi 3,6 miliar dirham UEA atau setara Rp17,71 triliun (kurs Rp4920). Pada pengumuman kinerja keuangan di Dubai, Kamis (5/11/2026), laba grup sebelum pajak dilaporkan mencapai 4,1 miliar dirham UEA atau setara Rp20,17 triliun.

Penurunan kinerja grup aviasi asal Uni Emirat Arab ini dipicu oleh penutupan wilayah udara berkala dan lonjakan harga bahan bakar avtur akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Selain laba yang terpangkas, total pendapatan grup turut turun 12 persen menjadi 66,2 miliar dirham UEA atau setara Rp325,70 triliun, meski masih tertahan oleh performa divisi kargo.

  1. 1. Kinerja maskapai penerbangan Emirates dan beban bahan bakar

    ilustrasi bandara
    ilustrasi bandara (pexels.com/Keegan Checks)

    Maskapai penerbangan Emirates mencatatkan laba sebelum pajak sebesar 3,7 miliar dirham UEA atau setara Rp18,20 triliun, turun 68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan maskapai juga menyusut 13 persen menjadi 56,9 miliar dirham UEA atau setara Rp279,95 triliun akibat disrupsi operasional dan penurunan kapasitas angkut.

    Dilansir TRT World, penurunan laba paruh tahunan Emirates Group ini merupakan kemerosotan tertajam bagi grup tersebut sejak pembatasan perjalanan akibat pandemik COVID-19 pada 2020.

    Beban bahan bakar sebelum keuntungan lindung nilai melesat 60 persen dibandingkan paruh tahun sebelumnya, kendati volume pengisian bahan bakar turun 12 persen. Maskapai mencatat perolehan keuntungan lindung nilai sebesar 7,1 miliar dirham UEA atau setara Rp34,93 triliun yang menahan kenaikan bersih biaya bahan bakar menjadi 13 persen. Pengeluaran bahan bakar ini tetap menjadi pos biaya terbesar maskapai dengan porsi 34 persen dari total biaya operasional.

  2. 2. Penurunan trafik penumpang dan langkah mitigasi maskapai

    ilustrasi penumpang mengecek jadwal penerbangan di papan informasi bandara
    ilustrasi penumpang mengecek jadwal penerbangan (pexels.com/AirTeo | Air Travel)

    Emirates mengangkut 21,8 juta penumpang pada periode April hingga September 2026, turun 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan trafik penumpang sebesar 25 persen yang lebih tajam dibandingkan penurunan kapasitas kursi (17 persen) menyebabkan rata-rata tingkat keterisian kursi merosot menjadi 72 persen dari posisi 79,5 persen pada periode yang sama tahun lalu. Meski menghadapi pembatasan wilayah udara, maskapai telah memulihkan 91 persen jaringannya ke 150 bandar udara di 78 negara dan teritori per 30 September 2026.

    Untuk mendongkrak kepercayaan pelanggan, maskapai menghadirkan asuransi perjalanan komprehensif tanpa batasan imbauan pemerintah, kebijakan perubahan tanggal gratis, serta kebijakan pengembalian dana yang fleksibel. Pada periode ini, mereka juga menerima sembilan pesawat baru A350 dan menyelesaikan peremajaan kabin penuh pada 12 pesawat. Chairman dan Chief Executive Emirates Airline and Group, Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, menyebut enam bulan tersebut sebagai periode yang penuh tantangan bagi ketahanan bisnis grup.

  3. 3. Capaian divisi kargo dan kinerja layanan aviasi dnata

    Laba Emirates Group Turun 66 Persen Imbas Perang dan Biaya Avtur
    ilustrasi pesawat kargo (unsplash.com/Patrick Campanale)

    Dilansir Gulf News, unit layanan aviasi dnata membukukan laba sebelum pajak sebesar 410 juta dirham UEA atau setara Rp2,02 triliun, turun 51 persen secara tahunan. Pendapatan dnata juga turun tujuh persen menjadi 11 miliar dirham UEA atau setara Rp54,12 triliun karena berkurangnya volume penanganan di Uni Emirat Arab dan Inggris. Kendati demikian, kinerja bisnis internasional dnata membantu meredam dampak penurunan trafik perjalanan di wilayah Teluk.

    Sementara itu, divisi kargo Emirates SkyCargo mencatatkan lonjakan pendapatan 52 persen meski volume muatannya turun tipis satu persen menjadi 1,2 juta ton. Peningkatan pendapatan kargo dipicu oleh berkurangnya kapasitas angkutan udara regional akibat konflik serta gangguan logistik laut yang mendorong peralihan ke angkutan udara.

    Pada periode yang sama, divisi ini menambah lima pesawat kargo Boeing 777 baru. Posisi cadangan kas grup tercatat tetap kokoh di angka 54,1 miliar dirham UEA atau setara Rp266,17 triliun per 30 September 2026, yang telah dimanfaatkan untuk menopang kebutuhan bisnis, pembayaran uang muka armada, serta pelunasan kewajiban utang.

  4. 4. Komitmen investasi dan optimisme paruh kedua tahun buku

    ilustrasi uang
    ilustrasi uang (pexels.com/Pixabay)

    Emirates Group memastikan komitmen investasinya tetap berjalan tanpa penundaan di tengah tekanan geopolitik regional. Grup telah membayarkan sisa dividen sebesar dua miliar dirham UEA atau setara Rp9,84 triliun kepada pemilik modal, Investment Corporation of Dubai. Selain itu, mereka telah memulai pembangunan fasilitas teknik dan pemeliharaan senilai 5,1 miliar dolar AS atau setara Rp92,23 triliun di Bandara Internasional Al Maktoum pada Mei lalu.

    Sheikh Ahmed menegaskan bahwa grup memasuki paruh kedua tahun keuangan 2026-2027 dengan optimisme yang terukur. "Kami memasuki paruh kedua tahun keuangan 2026-27 dengan optimisme yang terukur. Sambil terus memantau biaya dan perkembangan geopolitik dengan cermat, kami tetap berfokus untuk mewujudkan hal-hal yang menjadi ciri khas Emirates dan dnata – keselamatan, kualitas, dan kepuasan pelanggan," tuturnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More