Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
CEO Danantara, Rosan Roeslani dalam acara SAT 2026.
CEO Danantara, Rosan Roeslani dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Intinya sih...

  • Danantara sebut peringkat investasi di Indonesia masih terjaga. Moody's Ratings mempertahankan peringkat investment-grade Indonesia di level Baa2.

  • Danantara bangun investasi yang disiplin. Sebagai sovereign wealth fund (SWF) baru, Danantara fokus pada tata kelola kuat, proses investasi disiplin, dan manajemen risiko pruden.

  • Danantara siapkan empat prioritas utama. Prioritasnya meliputi struktur pengambilan keputusan global, manajemen risiko terpadu, investasi pruden, dan peningkatan transparansi serta akuntabilitas.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani buka suara atas perubahan prospek peringkat utang Pemerintah Indonesia oleh Moody’s Ratings menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Menurut Rosan, perubahan itu merupakan pengingat yang konstruktif untuk terus memperkokoh fondasi institusi, menegaskan arah kebijakan, dan menjaga disiplin pelaksanaan sebagai kunci untuk mempertahankan kepercayaan serta stabilitas jangka panjang.

“Danantara Indonesia mencermati revisi outlook terbaru Moody’s Ratings terkait Indonesia dalam konteks melakukan evaluasi berkelanjutan atas kebijakan serta penguatan kelembagaan perekonomian nasional,” kata Rosan dalam keterangan resmi, Jumat (6/2/2026).

1. Danantara sebut peringkat investasi di Indonesia masih terjaga

Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Lebih lanjut, Rosan mengatakan peringkat investment-grade Indonesia tetap terjaga. Moody’s Ratings memang mempertahankan peringkat penerbit jangka panjang dalam mata uang lokal dan asing di level Baa2.

Menurut Rosan, peringkat itu merefleksikan kepercayaan terhadap ketahanan makroekonomi, disiplin fiskal, serta prospek pertumbuhan jangka panjang Indonesia.

“Penyesuaian outlook tersebut sekaligus menegaskan pentingnya reformasi kelembagaan dan konsistensi kebijakan dalam melanjutkan agenda pembangunan nasional,” ujar Rosan.

2. Danantara bangun investasi yang disiplin

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Rosan mengatakan, sebagai sovereign wealth fund (SWF) yang baru didirikan, Danantara Indonesia berada dalam fase pembangunan institusi, yang berjangkar pada tata kelola yang kuat, proses investasi yang disiplin, serta manajemen risiko yang pruden sesuai praktik terbaik global.

“Landasan ini terus diperkuat secara bertahap untuk menjaga kredibilitas institusi, meningkatkan kepercayaan pasar, dan menghasilkan kinerja yang berkesinambungan,” tutur Rosan.

3. Danantara siapkan empat prioritas utama

Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Rosan mengatakan, Danantara sebagai SWF punya empat prioritas utama, sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan struktur pengambilan keputusan dan fungsi pengawasan di seluruh siklus investasi dan pengelolaan portofolio berstandar global.

  2. Penerapan kerangka manajemen risiko yang terpadu.

  3. Memastikan pelaksanaan investasi secara pruden dengan alokasi modal berbasis kelayakan komersial serta disiplin portofolio jangka panjang.

  4. Peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan standar tata kelola di seluruh portofolio BUMN.

“Danantara Indonesia akan terus beroperasi secara profesional, akuntabel, dan transparan guna menjalankan peran kami sebagai pengelola aset negara yang kredibel bagi masa depan Indonesia,” kata Rosan.

Editorial Team