OJK Wanti-wanti Dampak El Nino ke Kualitas Kredit Bank

- OJK meminta perbankan mewaspadai El Nino karena cuaca kering dan kemarau panjang dapat mengganggu usaha debitur, lalu memengaruhi kualitas aset, profitabilitas, likuiditas, dan permodalan bank.
- Sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta makanan-minuman rentan terdampak gangguan produksi, kenaikan biaya, dan penurunan pendapatan yang berpotensi meningkatkan kredit bermasalah.
- Bank dengan pembiayaan terkonsentrasi di sektor atau wilayah rentan menghadapi risiko lebih besar; OJK mendorong integrasi risiko iklim, sementara BPR/BPRS wajib menerapkan keuangan berkelanjutan dan ESG.
Jakarta, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan mewaspadai dampak fenomena El Nino terhadap kualitas aset dan risiko kredit. Kondisi cuaca yang lebih kering dan musim kemarau berkepanjangan berpotensi mengganggu produksi serta aktivitas usaha debitur.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan El Nino merupakan salah satu risiko iklim yang perlu dicermati industri keuangan. Dampaknya dapat menjalar dari sektor riil ke sektor keuangan dan memengaruhi kualitas aset, profitabilitas, likuiditas, hingga permodalan bank.
"El Nino perlu menjadi salah satu risiko yang patut dicermati, khususnya karena berpotensi menyebabkan kondisi cuaca yang lebih kering dan musim kemarau berkepanjangan," kata Dian, Senin (21/9/2026).
1. Dampak El Nino ke sektor keuangan

Ilustrasi Bank. (IDN Times/Aditya Pratama) Menurutnya, dampak El Nino terutama dirasakan sektor ekonomi yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap kondisi cuaca, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta industri makanan dan minuman.
Gangguan produksi, kenaikan biaya operasional, dan penurunan pendapatan usaha dapat memengaruhi kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban kredit. Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi meningkatkan risiko kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).
2. El Nino ancam kualitas aset bank dengan kredit terkonsentrasi

Ilustrasi Bank. (IDN Times/Aditya Pratama) Menurut Dian, bank dengan konsentrasi pembiayaan yang tinggi pada sektor ekonomi atau wilayah yang rentan terhadap El Nino berpotensi menghadapi penurunan kualitas aset yang lebih besar dibandingkan bank dengan portofolio pembiayaan yang lebih terdiversifikasi.
"Risiko tersebut termasuk dalam kategori physical climate risk, yakni risiko yang muncul akibat dampak langsung perubahan pola dan kondisi iklim terhadap aktivitas ekonomi, aset, serta kinerja keuangan debitur," ucapnya.
Untuk memperkuat ketahanan industri perbankan, OJK mendorong bank mengintegrasikan risiko iklim ke dalam strategi bisnis dan manajemen risiko. Perbankan juga didorong menyusun rencana transisi serta mengalokasikan modal dan pembiayaan ke sektor yang lebih ramah lingkungan.
3. BPR paling rentan hadapi eksposure pembiayaan sektor pertanian hingga perkebunan

Ilustrasi Bank (pixabay.com/PabitraKaity) Sementara itu, dampak El Nino juga perlu menjadi perhatian bagi industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sebab, sebagian BPR memiliki eksposur pembiayaan yang dekat dengan sektor ekonomi masyarakat di daerah, seperti pertanian, perkebunan, perdagangan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Gangguan produksi maupun perlambatan aktivitas ekonomi di daerah dapat menekan pendapatan debitur BPR. Dampaknya bisa muncul secara langsung melalui penurunan kemampuan bayar debitur maupun secara tidak langsung melalui perlambatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dian menambahkan, berdasarkan POJK Nomor 9 Tahun 2024 tentang Penerapan Tata Kelola bagi BPR dan BPRS, BPR dan BPRS diwajibkan menerapkan keuangan berkelanjutan serta menyusun rencana aksi keuangan berkelanjutan.
"BPR dan BPRS juga wajib menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam mendukung ekosistem bisnis berkelanjutan, pengembangan produk, serta pengelolaan risiko keuangan akibat perubahan iklim," ujar dia.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)























