Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pabrik Melamin Pertama RI Dibangun di Gresik, Investasinya Rp10,2 T
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (IDN Times/Triyan).
  • Pemerintah memulai pembangunan pabrik melamin pertama di Indonesia senilai Rp10,2 triliun di KEK Gresik, sebagai bagian dari pengembangan industri hilir berbasis gas alam.
  • Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan industri terintegrasi di KEK Gresik yang berkontribusi besar terhadap total investasi nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025.
  • KEK Gresik ditetapkan sebagai prioritas nasional karena mendorong hilirisasi industri, peningkatan ekspor, serta menurunkan pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah memulai pembangunan pabrik melamin pertama di Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur. Nilai investasi proyek ini mencapai 600 juta dolar AS atau sekitar Rp10,2 triliun (kurs Rp17.000 per dolar AS).

Proyek pabrik melamin yang dikembangkan oleh PT GEABH Joint Technology dan menjadi bagian dari pengembangan industri hilir berbasis gas alam. Melalui proyek ini, gas alam akan diolah menjadi amonia cair yang selanjutnya dikembangkan menjadi produk turunan seperti urea, melamin, dan amonium nitrat yang memiliki nilai tambah tinggi.

1. Hilirisasi industri bagian transformasi ekonomi

Dok. Dewan Nasional KEK/Groundbreaking pabrik melamin di KEK Gresik

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah terus memperkuat agenda hilirisasi industri sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional guna meningkatkan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong daya saing industri dalam negeri di tengah dinamika perekonomian global yang penuh tantangan.

“Ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan industri Indonesia, yaitu peletakan batu pertama pabrik melamin pertama dan terbesar di Indonesia,” ujar Airlangga Hartarto, dikutip, Jumat (10/4/2026).

2. Pembangunan pabrik melamin jadi bagian dari pengembangan kawasan industri terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik

Ilustrasi Kawasan Ekonomi Khusus. (dok. Kemenkeu)

Menurutnya, pembangunan pabrik melamin tersebut merupakan bagian dari pengembangan kawasan industri terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik yang terus menunjukkan kinerja positif dalam menarik investasi strategis. Hingga akhir tahun 2025, total investasi kumulatif di KEK secara nasional telah mencapai sekitar 19,7 miliar dolar AS, dengan kontribusi signifikan dari KEK Gresik yang mencapai sekitar USD6,1 miliar atau sekitar 31 persen dari total investasi KEK nasional.

Kinerja investasi tersebut turut didukung oleh stabilitas makroekonomi nasional yang tetap terjaga. Pada tahun 2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen, didorong oleh konsumsi domestik yang kuat, peningkatan investasi, serta kinerja ekspor yang solid. Selain itu, realisasi investasi pada kuartal IV tahun 2025 juga mencatat pertumbuhan sebesar 9,7 persen (year-on-year) dengan nilai mencapai 29,2 miliar dolar AS.

3. KEK masih jadi prioritas nasional

ilustrasi pabrik (pexels.com/Yudi Ding)

Ia menjelaskan KEK Gresik sebagai salah satu KEK prioritas nasional memiliki peran strategis dalam mendorong hilirisasi industri dan peningkatan ekspor. Kawasan ini juga berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah, di mana sektor manufaktur di Jawa Timur menyumbang sekitar 31,32 persen terhadap perekonomian, sementara di Kabupaten Gresik kontribusi sektor manufaktur mencapai 52,58 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan KEK Gresik juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini tercermin dari penurunan tingkat pengangguran dari 8,00 persen menjadi 5,47 persen dalam lima tahun terakhir serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 76,98 pada tahun 2021 menjadi 79,69 pada tahun 2025.

“Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk memastikan iklim investasi yang kondusif. Kami akan terus memberikan dukungan dan insentif yang diperlukan agar PT GEABH Joint Technology serta seluruh investor di KEK ini dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ungkapnya.

Editorial Team