Investasi Properti Kini Dibidik Generasi Muda, Begini Strateginya
- MOJO Developments menghadirkan konsep investasi properti terintegrasi di Lombok, di mana investor bisa memiliki villa sekaligus mendapatkan pengelolaan dan pendapatan sewa tanpa harus turun langsung.
- Lombok dinilai punya prospek jangka panjang karena harga properti masih kompetitif dibanding Bali serta didukung pertumbuhan infrastruktur dan pariwisata kawasan Mandalika SEZ.
- Untuk menarik generasi muda usia 28–38 tahun, MOJO menawarkan skema pembayaran bertahap sesuai progres pembangunan agar lebih terjangkau dan praktis bagi investor pemula.
Jakarta, IDN Times - Tren investasi properti mulai bergeser. Jika sebelumnya identik dengan investor bermodal besar dan usia matang, kini pasar mulai menyasar generasi muda dengan skema yang lebih fleksibel dan terintegrasi.
Salah satu pengembang yang melihat peluang tersebut adalah MOJO Developments. Perusahaan berbasis di kawasan Kuta Mandalika, Lombok itu menawarkan model investasi properti yang menggabungkan pembangunan hingga pengelolaan villa dalam satu sistem.
1. Tawarkan investasi properti dengan sistem terintegrasi

MOJO membawa konsep “We Build Villas. You Earn Returns”, yang membuat investor tidak hanya membeli properti, tetapi juga mendapatkan layanan pengelolaan penuh sehingga bisa memperoleh pendapatan sewa secara berkala tanpa harus terlibat langsung dalam operasional.
Perusahaan yang didirikan oleh Gorka, Jorge, dan Shane itu menilai masih banyak anak muda yang memiliki tabungan, tetapi kesulitan mengakses investasi properti yang sesuai kemampuan mereka.
“Banyak orang seusia kami sebenarnya sudah memiliki tabungan, tetapi belum menemukan produk properti yang masuk akal untuk dimiliki. Dari situ kami membangun konsep ini,” ujar Gorka, salah satu pendiri MOJO dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (26/5/2026).
Model bisnis yang diterapkan terdiri dari tiga tahap utama, yakni pembangunan (build), pengelolaan (manage), dan distribusi hasil (payout). Dalam tahap pembangunan, perusahaan menangani desain, perizinan, hingga konstruksi. Setelah selesai, villa akan masuk ke sistem hospitality yang dikelola langsung oleh tim MOJO.
2. Lombok dinilai punya prospek investasi jangka panjang

MOJO saat ini mengembangkan delapan proyek di sejumlah titik strategis di Lombok. Beberapa proyek seperti Rimba dan Secret Villas telah terjual habis, sementara proyek lain seperti The Swell, Sora, dan The Retreat masih dalam tahap pemasaran dan pembangunan.
Menurut MOJO, kawasan selatan Lombok memiliki daya tarik karena harga properti masih relatif lebih rendah dibanding Bali, tetapi memiliki potensi imbal hasil sewa yang kompetitif. Selain itu, pengembangan kawasan Mandalika SEZ juga dinilai memperkuat prospek pariwisata dan investasi di wilayah tersebut.
“Kami melihat Lombok sebagai kawasan yang sedang berkembang dengan peluang besar untuk investasi jangka panjang. Infrastruktur terus tumbuh dan minat wisatawan juga meningkat,” kata Gorka.
3. Skema pembayaran dibuat lebih ramah generasi muda

MOJO menyebut target pasarnya berada di rentang usia 28 hingga 38 tahun. Untuk menarik segmen tersebut, MOJO menghadirkan skema pembayaran berbasis progres pembangunan sehingga investor tidak perlu mengeluarkan dana besar di awal.
Menurut Gorkan, pendekatan ini dinilai menjadi pembeda di tengah banyaknya pilihan instrumen investasi seperti saham, reksadana, hingga aset digital.
"Properti tetap dianggap menarik karena sifatnya tangible, namun kini dikombinasikan dengan sistem pengelolaan profesional yang lebih praktis bagi investor muda," ujar dia.


![[QUIZ] Dari MBTI, Ini Ide Bisnis yang Cocok untuk Kepribadian Introvert](https://image.idntimes.com/post/20240320/clay-banks-ox6sw103ktm-unsplash-474ffad107d58aa54aa53e1b1d562a46.jpg)


![[QUIZ] Dari Kebiasaan saat Bekerja, Cek Karakter di Kartun Spongebob yang Mirip Denganmu](https://image.idntimes.com/post/20240625/img-2981-cae273e9ac29bf8e6dd9c631e437a1aa.png)












