Starbucks Hentikan Penggunaan AI Penghitung Stok karena Tidak Akurat

- Starbucks menghentikan penggunaan sistem AI Automated Counting setelah sembilan bulan karena hasil penghitungan stok sering tidak akurat dan memengaruhi ketersediaan produk di gerai Amerika Utara.
- Manajemen menginstruksikan karyawan kembali ke metode manual untuk memastikan konsistensi data stok, langkah ini disambut positif oleh pekerja yang merasa kesulitan dengan sistem otomatis sebelumnya.
- CEO Brian Niccol menegaskan fokus baru pada target pengisian barang harian sebagai bagian strategi logistik jangka menengah, sambil tetap mempertahankan komitmen terhadap inovasi teknologi perusahaan.
Jakarta, IDN Times - Jaringan kedai kopi Starbucks menghentikan penggunaan program kecerdasan buatan (AI) bernama Automated Counting untuk menghitung stok barang di seluruh gerainya di Amerika Utara. Keputusan ini diambil sembilan bulan setelah penerapan awal, menyusul evaluasi bahwa sistem tersebut sering mengalami ketidakakuratan data yang pada akhirnya memengaruhi ketersediaan produk bagi pelanggan.
Penghentian program tersebut diumumkan melalui memo internal perusahaan. Meski awalnya dirancang sebagai bagian dari strategi perbaikan rantai pasok oleh CEO Brian Niccol, teknologi pemindai otomatis ini dinilai belum cukup stabil untuk diterapkan secara massal, sehingga perusahaan memutuskan untuk kembali menggunakan metode penghitungan manual.
1. Sistem AI kurang akurat dalam mendeteksi barang

Alat inventaris AI hasil kerja sama dengan perusahaan rintisan NomadGo ini mulai beroperasi pada September 2025 di lebih dari 11.000 gerai Starbucks di Amerika Utara. Sistem ini memanfaatkan tablet yang dilengkapi kamera dan sensor LiDAR untuk memindai rak bahan baku secara otomatis.
Pengembang sebelumnya memperkirakan teknologi ini mampu memproses data delapan kali lebih cepat dibandingkan metode manual. Namun, pada praktiknya di lapangan, alat ini belum optimal dalam mengenali barang dan kerap salah memberi label. Sistem terpantau belum bisa membedakan jenis kemasan yang tampak serupa, seperti susu oat dan susu sapi, serta beberapa kali melewatkan produk yang jelas berada di rak.
2. Starbucks kembali terapkan metode manual

Menindaklanjuti kendala teknis tersebut, manajemen Starbucks menginstruksikan para pekerjanya untuk kembali mendata stok secara konvensional. Langkah ini diambil untuk memastikan proses kerja berjalan lebih konsisten di seluruh cabang.
"Mulai hari ini, Automated Counting akan dihentikan. Komponen minuman dan susu kini akan dihitung dengan cara yang sama seperti Anda menghitung barang lainnya di kedai Anda," tulis manajemen Starbucks dalam pengumuman internalnya.
Perwakilan Starbucks juga menegaskan bahwa tujuan utama penghentian sistem ini adalah untuk menjamin ketersediaan barang.
"Jika ada di menu, pelanggan harus bisa memesannya," kata perwakilan Starbucks.
Keputusan ini mendapat respons positif dari para karyawan di lapangan yang sebelumnya merasa kesulitan menyesuaikan diri dengan sistem baru tersebut.
"Terima kasih telah menghentikan Automatic Counting! Idenya bagus, tetapi pelaksanaannya terbukti sulit," tulis salah satu karyawan dalam forum umpan balik internal.
"Terima kasih telah memercayai karyawan ketimbang teknologi yang tidak bisa diandalkan untuk menangani penghitungan ini," tambah karyawan lainnya.
3. Fokus pada target pasokan harian

Evaluasi terhadap sistem inventaris ini sejalan dengan strategi pembenahan logistik yang digagas oleh CEO Brian Niccol. Berdasarkan catatan perusahaan pada awal 2024, tingkat ketepatan waktu dan kelengkapan pengiriman barang ke pusat distribusi Starbucks masih berada di bawah rata-rata standar industri.
Meski program Automated Counting dihentikan, Niccol memastikan bahwa perusahaan tidak akan meninggalkan inovasi digital secara keseluruhan.
"Bagian penting dari langkah maju kami adalah teknologi," ujar Niccol dalam pertemuannya dengan para penanam modal.
Sebagai solusi jangka menengah, Starbucks kini mengalihkan fokus pada target pengisian barang harian (daily replenishment) ke seluruh kedai. Sistem logistik baru ini ditargetkan berjalan penuh pada akhir 2026 sebagai metode yang lebih terukur untuk memastikan ketersediaan bahan baku.


![[QUIZ] Dari MBTI, Ini Ide Bisnis yang Cocok untuk Kepribadian Introvert](https://image.idntimes.com/post/20240320/clay-banks-ox6sw103ktm-unsplash-474ffad107d58aa54aa53e1b1d562a46.jpg)


![[QUIZ] Dari Kebiasaan saat Bekerja, Cek Karakter di Kartun Spongebob yang Mirip Denganmu](https://image.idntimes.com/post/20240625/img-2981-cae273e9ac29bf8e6dd9c631e437a1aa.png)











