Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi penguatan kurs rupiah hari ini didorong oleh sentimen positif pasar terhadap keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek.
S&P Global menyatakan untuk peringkat jangka panjang tetap stabil, yang mencerminkan pelemahan indikator fiskal dan eksternal yang dihadapi Indonesia hanya bersifat sementara dan akan berbalik membaik seiring kenaikan harga komoditas serta laju perubahan kebijakan yang lebih stabil.
“Pasar merespon positif setelah S&P Global Ratings memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5 persen setiap tahunnya sampai dengan tiga tahun ke depan di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM),” kata Ibrahim.
Meski begitu, dia tetap mengingatkan volatilitas masih tinggi dengan memanasnya eskalasi perang antara Iran dan AS.
“Presiden Donald Trump akan memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap Iran setelah pertukaran militer yang diperbarui dengan Teheran,” ucap Ibrahim.