Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pasar Respons Positif Peringkat Kredit RI, Rupiah Menguat
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah ditutup menguat 18 poin atau 0,1 persen ke Rp18.091 per dolar AS pada perdagangan Selasa sore, menunjukkan respons positif pasar.
  • Penguatan rupiah didorong sentimen positif atas keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dan A-2 dengan prospek stabil.
  • Analis memperkirakan rupiah berpotensi kembali melemah pada perdagangan Rabu, bergerak fluktuatif di kisaran Rp18.090 hingga Rp18.140 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat pada penutupan perdagangan sore ini, Selasa (14/7/2026).

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup menguat 18 poin atau 0,1 persen ke Rp18.091 per dolar AS sore ini. Pagi tadi, rupiah menguat 7 poin atau 0,04 persen ke level Rp18.102 per dolar AS.

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp18.099 per dolar AS.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kurs rupiah pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (13/7/2026). Data JISDOR BI menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan sore ini dibandingkan pekan lalu.

2. Rupiah tertolong oleh peringkat kredit S&P Global

Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi penguatan kurs rupiah hari ini didorong oleh sentimen positif pasar terhadap keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek.

S&P Global menyatakan untuk peringkat jangka panjang tetap stabil, yang mencerminkan pelemahan indikator fiskal dan eksternal yang dihadapi Indonesia hanya bersifat sementara dan akan berbalik membaik seiring kenaikan harga komoditas serta laju perubahan kebijakan yang lebih stabil.

“Pasar merespon positif setelah S&P Global Ratings memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5 persen setiap tahunnya sampai dengan tiga tahun ke depan di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM),” kata Ibrahim.

Meski begitu, dia tetap mengingatkan volatilitas masih tinggi dengan memanasnya eskalasi perang antara Iran dan AS.

“Presiden Donald Trump akan memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap Iran setelah pertukaran militer yang diperbarui dengan Teheran,” ucap Ibrahim.

3. Rupiah diprediksi melemah lagi besok

Atas faktor-faktor tersebut, Ibrahim melihat kurs rupiah berpeluang kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan besok, Rabu (15/7/2026).

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang  Rp18.090- Rp18.140,” kata Ibrahim.

Curated For You

Editorial Team

Related Article