Jakarta, IDN Times - Pengembangan biogas dinilai berpotensi menghemat beban subsidi liquefied petroleum gas (LPG) hingga Rp 1,4 triliun per tahun. Selain mempercepat transisi energi, pemanfaatan biogas juga diyakini dapat memperluas akses energi bersih bagi jutaan rumah tangga di pedesaan.
Researcher PT Sustainability and Resilience (Su-re.co), Fabian Peri Wiropranoto, mengatakan pengembangan biogas tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Menurutnya, biogas mampu mengubah limbah organik menjadi energi bernilai tambah, membuka lapangan kerja, hingga mendorong pengembangan ekonomi lokal.
"Biogas memiliki banyak manfaat mulai dari kesehatan hingga ekonomi sirkular. Biogas mengonversi limbah organik menjadi energi yang bernilai tambah," ujar Fabian dalam Pentahelix Dialogue: Mainstreaming Renewable Energy dikutip, Sabtu (1/7/2026).
