Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemerintah: Impor Jagung AS 1,4 Juta Ton hanya untuk Industri

Pemerintah: Impor Jagung AS 1,4 Juta Ton hanya untuk Industri
ilustrasi jagung (unsplash.com/Wouter Supardi Salari)
Intinya Sih
  • Pemerintah menegaskan impor jagung asal AS sebesar 1,4 juta ton hanya untuk bahan baku industri makanan dan minuman, tanpa mengganggu produksi jagung dalam negeri.
  • Industri mamin berkontribusi 7,13 persen terhadap PDB nasional dan menyumbang 21 persen ekspor nonmigas senilai sekitar USD48 miliar pada tahun 2025.
  • Kebijakan impor jagung merupakan bagian dari kesepakatan komersial ART Indonesia-AS senilai USD4,5 miliar yang mencakup berbagai produk pertanian strategis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times — Pemerintah Indonesia menegaskan kebijakan impor jagung dari Amerika Serikat (AS) dalam skema Agreement on Reciprocal Trade (ART) tidak ditujukan untuk pasar umum. Akses impor diberikan khusus untuk kebutuhan bahan baku industri makanan dan minuman (mamin) dengan volume tertentu setiap tahun.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto mengatakan, kebutuhan impor jagung untuk industri mamin pada 2025 diperkirakan sekitar 1,4 juta ton. Pemerintah memastikan kebijakan tersebut tidak akan mengganggu produksi jagung dalam negeri.

1. Impor jagung khusus bahan baku industri mamin

Pemerintah: Impor Jagung AS 1,4 Juta Ton hanya untuk Industri
ilustrasi jagung (unsplash.com/Doğan Alpaslan DEMİR)

Haryo menjelaskan, akses impor jagung asal AS diatur secara spesifik dalam perjanjian. "Ketentuan ini mengatur bahwa Indonesia memberikan akses impor Jagung asal AS untuk peruntukan bahan baku industri mamin dengan volume tertentu per tahun," kata Haryo dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

"Kebutuhan importasi jagung untuk industri mamin pada tahun 2025 sekitar 1,4 juta ton. Produk jagung asal AS memiliki spesifikasi dan standar mutu sesuai yang dibutuhkan oleh industri mamin," tambahnya.

Pemerintah menyebut, impor tersebut dilakukan untuk menjamin kesinambungan bahan baku industri pengolahan yang membutuhkan standar mutu tertentu.

2. Kontribusi industri mamin ke PDB dan ekspor

Pemerintah: Impor Jagung AS 1,4 Juta Ton hanya untuk Industri
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto (ekon.go.id)

Menurut Haryo, ketentuan impor jagung menjadi bagian dari upaya memastikan kecukupan bahan baku utama industri mamin. Sektor ini berkontribusi 7,13 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Selain itu, industri mamin menyumbang 21 persen dari total ekspor industri nonmigas atau senilai 48 miliar dolar AS atau setara Rp811,97 triliun (kurs Rp16.916), serta menyerap tenaga kerja hingga 6,7 juta orang pada 2025. Pemerintah menempatkan stabilitas pasokan bahan baku sebagai faktor pendukung keberlanjutan sektor tersebut.

3. Bagian dari kesepakatan komersial ART

Pemerintah: Impor Jagung AS 1,4 Juta Ton hanya untuk Industri
Penandatanganan dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance. (dok. BPMI Setpres)

Impor jagung termasuk dalam paket kesepakatan komersial ART antara Indonesia dan AS. Dalam dokumen tersebut, terdapat komitmen pembelian produk pertanian seperti kapas, kedelai, bungkil kedelai, gandum, dan jagung dengan nilai sekitar 4,5 miliar dolar AS (Rp76,12 triliun).

Selain sektor pertanian, kesepakatan juga mencakup pembelian produk energi senilai USD15 miliar serta pesawat terbang komersial dan komponennya senilai 13,5 miliar (Rp228,36 triliun).

Menanggapi kekhawatiran terkait impor pangan yang dinilai berpotensi mengganggu petani lokal, Haryo sebelumnya juga menjelaskan alokasi impor beras dari AS hanya 1.000 ton. "Komitmen impor beras AS hanya sebesar 1.000 ton tidak signifikan atau hanya sekitar 0,00003 persen dari total produksi beras nasional yang mencapai 34,69 juta ton tahun 2025," katanya.

4. Pemerintah minta tarif 0 persen tetap berlaku

Pemerintah: Impor Jagung AS 1,4 Juta Ton hanya untuk Industri
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (ekon.go.id)

Di sisi lain, pemerintah Indonesia meminta AS tetap memberlakukan tarif impor 0 persen untuk sejumlah komoditas unggulan Indonesia sesuai dokumen ART. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia mengusulkan agar produk yang telah mendapatkan tarif 0 persen tetap dipertahankan meski terdapat dinamika kebijakan tarif di AS.

“Kemarin Indonesia sudah menandatangani perjanjian, dan yang diminta oleh Indonesia adalah kalau yang lain semua berlaku 10 persen, tetapi (komoditas ekspor) yang sudah diberikan 0 persen itu kita minta tetap,” tutur Airlangga dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

Pemerintah menyebut proses ratifikasi ART memiliki waktu 60 hari dan masih menunggu perkembangan lanjutan terkait kebijakan tarif di AS.

Kebijakan impor jagung dari AS ditegaskan hanya untuk kebutuhan industri mamin dengan volume terukur, sementara produksi jagung dalam negeri tetap menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional.

FAQ seputar Indonesia impor jagung AS

Berapa kebutuhan impor jagung untuk industri pada 2025?

Kebutuhan impor jagung untuk industri mamin diperkirakan sekitar 1,4 juta ton pada 2025.

Apakah impor jagung AS wajib setiap tahun?

Akses impor diberikan dengan volume tertentu per tahun dan disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Berapa kontribusi industri mamin terhadap PDB nasional?

Industri makanan dan minuman berkontribusi 7,13 persen terhadap PDB nasional pada 2025.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More