Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

RI Akan Impor Ayam dari AS, Pemerintah Jamin Tak Rugikan Peternak

RI Akan Impor Ayam dari AS, Pemerintah Jamin Tak Rugikan Peternak
ilustrasi ayam (unsplash.com/Thomas Iversen)
Intinya Sih
  • Pemerintah Indonesia menyepakati impor ayam dari Amerika Serikat, mencakup 580 ribu ekor Grand Parent Stock (GPS) senilai sekitar 17–20 juta dolar AS untuk memenuhi kebutuhan bibit unggas nasional.
  • Selain GPS, Indonesia juga mengimpor bagian ayam dan mechanically deboned meat (MDM) sebanyak 120–150 ribu ton per tahun dengan pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan dan keamanan pangan.
  • Pemerintah menegaskan kebijakan impor ini tidak akan merugikan peternak lokal, melainkan bertujuan menjaga keseimbangan pasokan serta stabilitas harga ayam di pasar domestik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times — Pemerintah Indonesia menyepakati impor ayam dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian implementasi Agreement on Reciprocal Trade (ART). Kebijakan ini mencakup pemasukan 580 ribu ekor Grand Parent Stock (GPS) senilai sekitar 17–20 juta dolar AS atau sekitar Rp287,5–338,3 miliar (kurs Rp16.916)

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto menegaskan, impor tersebut tidak akan membanjiri pasar domestik maupun merugikan peternak lokal. Pemerintah menyatakan, langkah ini difokuskan untuk kebutuhan bibit dan bahan baku yang belum tersedia di dalam negeri.

Table of Content

1. Impor 580 ribu ekor Grand Parent Stock (GPS)

1. Impor 580 ribu ekor Grand Parent Stock (GPS)

RI Akan Impor Ayam dari AS, Pemerintah Jamin Tak Rugikan Peternak
ilustrasi ayam (unsplash.com/Nils B)

Impor ayam dari AS dilakukan dalam bentuk live poultry untuk kebutuhan Grand Parent Stock (GPS). GPS merupakan indukan utama dalam rantai produksi perunggasan yang menjadi dasar pembentukan Parent Stock (PS) hingga ayam pedaging komersial.

"Indonesia mengimpor produk ayam AS dalam bentuk live poultry yakni untuk kebutuhan Grand Parent Stock (GPS) sebanyak 580 ribu ekor (dengan estimasi nilai sekitar 17-20 juta dolar AS). GPS sangat dibutuhkan peternak ayam dalam negeri sebagai sumber genetik utama dan belum ada fasilitas pembibitan GPS di Indonesia," ujar Haryo dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (22/2/2026).

Pemerintah menyebut, Indonesia belum memiliki fasilitas pembibitan GPS, sehingga kebutuhan sumber genetik utama tersebut masih dipenuhi melalui impor.

2. Impor bagian ayam dan syarat ketat kesehatan

RI Akan Impor Ayam dari AS, Pemerintah Jamin Tak Rugikan Peternak
ilustrasi ayam (unsplash.com/JK Sloan)

Selain GPS, impor bagian ayam seperti leg quarters, breasts, legs, atau thighs pada dasarnya tidak dilarang. Namun, pemasukan produk tersebut wajib memenuhi persyaratan kesehatan hewan, keamanan pangan, kebutuhan tertentu, serta ketentuan teknis yang berlaku.

Pemerintah memastikan setiap produk yang masuk tetap melalui pengawasan dan pengendalian sesuai standar yang berlaku. Kebijakan ini ditempatkan dalam kerangka menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga ayam nasional.

3. Impor MDM 120 ribu–150 ribu ton per tahun

RI Akan Impor Ayam dari AS, Pemerintah Jamin Tak Rugikan Peternak
ilustrasi nugget (unsplash.com/Tyson)

Untuk kebutuhan industri pengolahan makanan, Indonesia juga mengimpor mechanically deboned meat (MDM). Bahan baku ini digunakan untuk produk olahan seperti sosis, nugget, bakso, dan produk sejenis lainnya.

"Indonesia juga melakukan importasi MDM sebagai bahan baku pembuatan sosis, nugget, bakso, dan produk olahan lainnya dengan estimasi volume impor sekitar 120.000-150.000 ton per tahun," ujar Haryo.

Volume impor MDM diperkirakan mencapai 120.000 hingga 150.000 ton per tahun. Pemerintah menyatakan impor ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri yang tidak seluruhnya dapat dipasok dari dalam negeri.

4. Pemerintah jamin perlindungan peternak lokal

RI Akan Impor Ayam dari AS, Pemerintah Jamin Tak Rugikan Peternak
ilustrasi peternak ayam (IDN Times/Alfi Ramadana)

Menanggapi kekhawatiran soal dampak terhadap peternak, pemerintah menegaskan kebijakan impor tidak mengorbankan industri domestik. Fokus kebijakan disebut untuk memperkuat fondasi industri perunggasan nasional sekaligus menjaga keseimbangan pasokan.

"Pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan peternak dalam negeri serta menjaga keseimbangan pasokan dan harga ayam nasional. Tidak ada kebijakan yang mengorbankan industri domestik," tuturnya.

Kesepakatan impor ayam ini merupakan bagian dari implementasi ART antara Indonesia dan Amerika Serikat. Pemerintah menyatakan kebijakan dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan bibit dan bahan baku industri dalam negeri.

FAQ seputar Indonesia impor ayam AS

Berapa jumlah ayam AS yang diimpor Indonesia?

Sebanyak 580 ribu ekor Grand Parent Stock (GPS) dengan estimasi nilai 17–20 juta dolar AS atau sekitar Rp287,5–338,3 miliar.

Apa itu Grand Parent Stock (GPS)?

GPS adalah indukan utama dalam rantai produksi perunggasan yang menjadi sumber genetik bagi ayam komersial.

Berapa volume impor MDM per tahun?

Volume impor mechanically deboned meat (MDM) diperkirakan 120.000–150.000 ton per tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More