Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Masih Hitung Kerugian 8 Bandara Ditutup akibat Erupsi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Pemerintah masih menghitung kerugian akibat penutupan bandara karena erupsi Gunung Anak Krakatau, sambil memantau durasi penutupan dan gangguan ekonomi di daerah terdampak.
  • Hingga 7 September 2026, tujuh bandara masih ditutup, sementara Bandara Atung Bungsu kembali beroperasi normal; abu vulkanik terpantau hingga ketinggian 50.000 kaki.
  • Sekitar 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang terdampak sejak 5 September 2026, mencakup pembatalan, penundaan, pengalihan, serta penyesuaian rute penerbangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah masih menghitung kerugian penutupan sejumlah bandara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Airlangga mengatakan, proses penghitungan masih dilakukan karena saat ini bandara tersebut masih ditutup.

"Sudah ada (ada kerugian), tapi kita monitor, karena kita masih monitor berapa lama ini harus ditutup," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/9/2026).

1. Ekonomi di daerah terdampak bencana terganggu

Suasana Bandara Soekarno Hatta di terminal domestik Minggu (6/9/2026) pukul 03.29 WIB. Sebanyak 33 penerbangan internasional dan domestik terganggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. (IDN Times/Sunariyah)

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga menyampaikan, ada gangguan ekonomi di sejumlah daerah terdampak bencana.

"Tentu di daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi dan kami masih monitor program-program apa yang terkena dan di berbagai provinsi tersebut dan sekarang juga kami sedang monitor akibat daripada letusan 5-6 gunung di Indonesia ini, terutama untuk aktivitas masyarakat yang sangat berkurang," kata dia.

2. Bandara yang masih ditutup

Suasana penumpang di Bandara Soekarno-Hatta usai ditutup dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Bandara yang masih ditutup hingga Senin (7/9/2026) adalah Bandara Soekarno-Hatta, Banten; Bandara Radin Inten II, Lampung; Bandara Budiarto, Banten; Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta; Bandara Pondok Cabe, Banten; Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Lampung; Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat.

Sementara, Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatra Selatan, yang sempat ditutup, sudah dapat beroperasi secara normal per hari ini pukul 09.00 WIB.

BMKG mencatat, pada Senin (7/9/2026) pagi, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terpantau pada dua lapisan ketinggian, yakni hingga 15.000 kaki dan 50 ribu kaki. Kondisi tersebut masih berpotensi memengaruhi jalur penerbangan, sehingga penyesuaian operasional bandara dan penerbangan terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan sebaran abu vulkanik serta informasi keselamatan penerbangan terbaru.

3. Sebanyak 2.300 penerbangan terdampak

Suasana penumpang di Bandara Soekarno-Hatta usai ditutup dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan tercatat sekitar 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang terdampak. Data tersebut merupakan akumulasi dampak operasional sejak Sabtu, (5/9/2026) dan mencakup penerbangan yang mengalami pembatalan, penundaan, maupun pengalihan.

Pada bandara yang berstatus ditutup sementara, tercatat 1.397 penerbangan dengan sekitar 177.579 penumpang terdampak, sedangkan pada bandara lain yang penerbangannya terdampak akibat penyesuaian rute tercatat 922 penerbangan dengan sekitar 92.758 penumpang terdampak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article