Pemerintah Lanjutkan Program Bantuan Beras hingga Desember 2026

- Pemerintah memastikan bantuan pangan beras berlanjut hingga Desember 2026, mencakup penyaluran pada Oktober, November, dan Desember atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
- Rapat terbatas di Istana membahas kesiapan menghadapi potensi El Nino, termasuk program bantuan masyarakat yang disiapkan pemerintah untuk tahun 2026.
- Erupsi lima hingga enam gunung berapi menurunkan aktivitas masyarakat, menutup sejumlah bandara, dan berpotensi memicu kontraksi ekonomi di daerah terdampak.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah memastikan program bantuan pangan berupa beras tetap berlanjut hingga akhir 2026. Kebijakan tersebut menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Dalam RAPAT tersebut, pemerintah turut membahas langkah antisipasi menghadapi potensi fenomena El Nino. Selain itu, perkembangan erupsi sejumlah gunung berapi dan pengaruhnya terhadap aktivitas masyarakat serta perekonomian daerah ikut menjadi perhatian pemerintah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi kemungkinan dampak El Nino. Sejumlah program bantuan bagi masyarakat juga menjadi bagian dari pembahasan dalam rapat tersebut.
“Tadi kita bahas terkait dengan kesiapan untuk menghadapi El Nino dan antara lain juga terkait dengan program-program bantuan yang disiapkan untuk tahun ini,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
1. Ada bantuan beras

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (IDN Times/Triyan Pangastuti) Salah satu bantuan yang mendapat perhatian dalam rapat ialah bantuan pangan berupa beras. Program tersebut sebelumnya telah disalurkan kepada masyarakat hingga September 2026.
Airlangga mengatakan, penyaluran bantuan beras akan diteruskan selama tiga bulan terakhir tahun ini. Perpanjangan tersebut mencakup periode Oktober, November, hingga Desember 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo.
“Termasuk bantuan beras yang sampai dengan bulan September itu 30 kg dan arahan Bapak Presiden itu untuk dilanjutkan di bulan selanjutnya yaitu Oktober, November, dan Desember,” kata Airlangga.
2. Ada kontraksi ekonomi di daerah terdampak bencana

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dok Fortune Indonesia Selain membahas bantuan pangan, pemerintah juga menyoroti dampak erupsi sejumlah gunung berapi terhadap kondisi ekonomi di wilayah terdampak. Aktivitas masyarakat yang mengalami penurunan dinilai dapat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi setempat.
Airlangga mengatakan pemerintah masih mengidentifikasi berbagai sektor yang terdampak erupsi. Pemantauan dilakukan di sejumlah provinsi untuk melihat sektor yang mengalami gangguan akibat aktivitas vulkanik.
“Ya pertama tentu di daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi, dan kami masih monitor program-program apa yang terkena di berbagai provinsi tersebut,” ucap dia.
3. Aktivitas masyarakat berkurang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bersama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (IDN Times/Ilman Nafi'an) Pemerintah juga mencatat aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah terdampak mengalami penurunan akibat erupsi. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang terus dipantau untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Terlebih, ada sejumlah bandara yang ditutup akibat erupsi.
“Sekarang juga kami sedang monitor akibat daripada letusan 5-6 gunung di Indonesia ini. Terutama untuk aktivitas masyarakat yang sangat berkurang,” kata Airlangga.






















