Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Telkom Mulai Raup Cuan dari Pemangkasan 12 Anak Usaha

Telkom Mulai Raup Cuan dari Pemangkasan 12 Anak Usaha
Gedung Graha Merah Putih (GMP) Telkom Indonesia. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Telkom telah memangkas 12 anak usaha hingga semester I-2026, menghasilkan efisiensi yang mendorong EBITDA margin Telkom Group melampaui 50 persen pada kuartal II-2026.
  • Program streamlining ditujukan untuk memperkuat fokus dan ekspansi bisnis inti. Dari 67 entitas awal, Telkom menargetkan hanya menyisakan 19 anak usaha melalui pemetaan portofolio.
  • Telkom masih mengkaji konsolidasi aset fiber BUMN melalui FiberCo, termasuk isu PLN Icon Plus. Perusahaan belum mengungkap entitas atau aset yang akan bergabung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membeberkan manfaat yang telah dikantongi perusahaan dari proses pemangkasan anak usaha atau streamlining. Per semester I-2026, Telkom Indonesia telah menyelesaikan pemangkasan 12 anak usaha.

Dari efisiensi yang dihasilkan, Direktur Keuangan &  Manajemen Risiko Telkom Indonesia Arthur Angelo Syailendra mengatakan perusahaan meraih peningkatan margin EBITDA.

"Hasilnya sudah sedikit terlihat di kuartal kedua 2026, di mana EBITDA margin Telkom Group mencapai lebih dari 50 persen," kata Arthur dalam konferensi pers Public Expose Telkom Indonesia, Senin (7/9/2026).

  1. 1. Fokus pada bisnis inti dorong profitabilitas perusahaan

    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui program inkubasi Indigo meresmikan IndigoSpace Bali sebagai pusat inovasi dan inkubator bagi perusahaan rintisan (startup). (dok. Telkom)
    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui program inkubasi Indigo meresmikan IndigoSpace Bali sebagai pusat inovasi dan inkubator bagi perusahaan rintisan (startup). (dok. Telkom)

    Arthur mengatakan, streamlining bertujuan agar perusahaan bisa fokus pada bisnis inti, sekaligus melakukan ekspansi. Upaya itu terbukti berhasil meningkatkan keuntungan perusahaan.

    "Dengan begitu, program ini dapat mendukung profitabilitas, margin, fokus pengembangan dan juga ekspansi pada bisnis inti sekaligus menciptakan nilai yang lebih baik dalam jangka panjang," ucap Arthur.

  2. 2. Kejar target sisakan 19 anak usaha

    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (dok. Telkom)
    Kantor pusat PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup paruh tahun pertama 2024 dengan pertumbuhan positif. (dok. Telkom)

    Sebelum proses streamlining, Telkom mengelola 67 entitas yang terdiri atas 58 anak perusahaan dan 9 investasi minoritas. Targetnya, perusahaan hanya menyisakan 19 anak usaha.

    "Setelah menuntaskan 12 entitas pada semester I, streamlining ini masih akan terus berlanjut. Telkom saat ini melakukan pemetaan dan kajian terhadap portfolio entitas berbasis segmen untuk melihat mana yang masih memiliki nilai strategis, melihat kinerja dan prospek masing-masing entitas, serta mempertimbangkan skema yang sesuai," ucap Arthur.

    Konsolidasi perusahaan salah satunya diwujudkan dengan konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan Data Center, TowerCo, InfraCo, dan juga penataan lisensi Telkom Group.

  3. 3. Soal kabar PLN Icon Plus masuk ke FiberCo

    Telkom  Indonesia (telkom.co.id)
    Telkom Indonesia (telkom.co.id)

    Melalui FiberCO, Telkom Indonesia bakal menaungi proses konsolidasi bisnis fiber di bawah naungan BUMN. Kabarnya, salah satu bisnis fiber BUMN yang diincar adalah aset fiber milik PT PLN (Persero), yaitu PLN Icon Plus.

    Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini mengatakan rencana itu masih dalam tahap kajian dan pembahasan dengan pemangku kepentingan.

    "Terkait rencana konsolidasi aset fiber BUMN, kami memandang bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong BUMN untuk lebih di fokus pada core business serta meningkatkan efisiensi dan juga pemanfaatan aset sebagaimana arah kebijaksanaan strategis BUMN,” tutur Dian.

    Pembahasan itu difokuskan pada aspek strategis, aspek bisnis, aspek operasional, dan tata kelola untuk memastikan skema konsolidasi yang dipilih tepat. Namun, dia belum bisa mengungkapkan bisnis fiber BUMN mana yang akan bergabung ke FiberCo.

    "Karena itu, terkait entitas maupun aset yang akan dikonsolidasikan belum kami dapat disclose atau sampaikan pada saat ini," ujar Dian.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More