PTBA Bakal Kejar Produksi Batu Bara 50 Juta Ton Tahun Ini

- PTBA optimistis memproduksi sekitar 50 juta ton batu bara pada 2026, mendekati RKAB 53 juta ton, setelah produksi semester I mencapai 19,45 juta ton.
- Penjualan semester I-2026 mencapai 21,1 juta ton, dengan ekspor 10,33 juta ton naik 5 persen tahunan dan penjualan domestik 10,77 juta ton.
- Laba bersih PTBA semester I-2026 tumbuh 218 persen menjadi Rp2,65 triliun, didukung pendapatan Rp22,03 triliun dan kenaikan harga jual rata-rata 10 persen.
Jakarta, IDN Times - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meyakini bisa merealisasikan produksi batu bara sebesar 50 juta ton sepanjang tahun ini. Angka itu menyesuaikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PTBA yang sekitar 53 juta ton.
“Kami cukup optimistis bahwa kami bisa mencapai target RKAB sampai dengan akhir tahun itu mendekati angka 50 juta,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Una Lindasari dalam public expose PTBA 2026, Senin (7/9/2026).
1. Kejar target produksi di semester II-2026

Operasional pertambangan batu bara PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA). (Dok. PTBA) Per semester I-2026, produksi batu bara PTBA baru sebesar 19,45 juta ton, atau 36,7 persen dari RKAB. Perusahaan memastikan akan mengejar target produksi batu bara di semester II-2026 ini.
“RKAB kami masih di kisaran 53 juta ton untuk tahun ini. Produksi dan penjualan kami sedikit di bawah target untuk periode pertama atau semester I-2026,” ucap Una.
2. Penjualan batu bara naik

Operasional pertambangan batu bara PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA). (Dok. PTBA) Kemudian, volume penjualan batu bara per semester I-2026 sebesar 21,1 juta ton. Angka itu mencakup ekspor batu bara sebesar 10,33 juta ton, naik 5 persen secara year on year (yoy). PTBA mengekspor batu bara ke sejumlah negara, antara lain Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.
Adapun penjualan domestik tercatat sebesar 10,77 juta ton atau sekitar 51 persen dari total penjualan batu bara perusahaan.
“Penjualan ekspor mencapai 10,33 juta ton, meningkat 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan negara tujuan ekspor terbesar mulai dari Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand,” tutur Una.
3. Laba bersih tumbuh 218 persen

Potret area kerja PT Bukit Asam Tbk (PTBA). (Dok. PTBA) Di semester I-2026, PTBA membukukan laba bersih Rp2,65 triliun per semester I-2026, tumbuh 218 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp833 miliar.
PTBA mencatatkan EBITDA sebesar Rp4,27 Triliun, dengan net profit margin dan EBITDA margin berturut-turut di angka 12 persen dan 19 persen. Sementara pendapatan sebesar Rp22,03 triliun sampai dengan akhir Juni 2026, atau naik sebesar 8 persen (yoy).
Meskipun volume penjualan turun 2 persen (yoy), namun Newcastle Index naik 25 persen (yoy) dan ICI-3 naik 15 persen (yoy), yang turut mendorong penguatan harga jual rata-rata yang tercatat naik 10 persen (yoy).





















