Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Jakarta, IDN Times - PT Bursa Efek Indonesia alias BEI optimistis Pemilu 2024 nanti tidak akan berpengaruh banyak terhadap situasi dan kondisi pasar modal di Indonesia. Keyakinan itu muncul setelah melihat tren yang terjadi dalam pemilu-pemilu sebelumnya.

Kepala Riset BEI, Verdi Ikhwan mengatakan, pasar modal Indonesia tidak akan melemah karena Pemilu 2024. Verdi bahkan melihat Pemilu 2024 sebagai oportuniti bagi pasar modal Indonesia untuk bangkit.

"Pemilu 2024 adalah oportuniti karena dari 3 sampai 4 pemilu terakhir tidak memengaruhi indeks bahkan market akan mengalami rebound setelah pemilu berlangsung," ujar Verdi dalam paparan Market Outlook 2024 yang digelar pada Rabu (13/12/2023).

1. Transaksi di pasar modal akan turun sebelum pemilu

Ilustrasi penurunan nilai saham. (IDN Times/Arief Rahmat)

Kendati begitu, Verdi mengakui berdasarkan beberapa pemilu yang terjadi sebelumnya transaksi di BEI akan sedikit mengalami penurunan.

"Dalam 3 atau 4 pemilu terakhir kalau kita lihat polanya memang 3-4 bulan menjelang pemilu transaksi relatif turun kemudian setelah pemilu mengalami peningkatan pelan-pelan. Untuk 2024 saya cukup yakin dan optimis transaksi kita bisa meningkat," kata Verdi.

2. Supply dan demand dalam kondisi baik

Perusahaan film milik Raam Punjabi, PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) resmi IPO hari ini (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Keyakinan itu juga didukung oleh supply dan demand yang baik di pasar modal Indonesia. Menurut Verdi, jumlah emiten dan investor yang ada saat ini jadi faktor yang bisa menguatkan pasar modal Indonesia di tahun pemilu.

"Jumlah emiten lebih dari 900, investor lebih dari 5 juta. Ini modal buat menghadapi 2024 khususnya pada nilai transaksi. 2024 juga kan bukan kita aja yang pemilu, tapi negara-negara seperti AS, Rusia juga pemilu dan kayaknya investor sudah mulai biasa lihat pemilu, walaupun ada gejolak paling di awal pemilu habis itu langsung balik lagi karena harapan baru muncul," beber Verdi.

3. Pengaruh Pemilu 2024 terhadap investasi dan inflasi

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Sebelumnya diberitakan, Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro tidak yakin kalau Pemilu 2024 bakal berpengaruh banyak terhadap investasi dan bisa mengerek inflasi ke level yang lebih tinggi lagi.

"Kalau saya lihat biasanya inflasi gak terlampau besar ya di tahun politik. Kita lihat 2014, 2019, 2024 itu gak terlalu besar. Karena itu tadi di tahun politik pertumbuhan ekonominya cenderung agak slow down," ucap Andry beberapa waktu lalu.

Sejalan dengan hal tersebut, Andry juga meminta pemerintah lebih menaruh perhatian pada sisi investasi tahun depan. Andry meyakini, sedikit banyak hajatan lima tahunan tersebut membuat investor bersikap wait and see.

"Memang PR-nya pemerintah dan juga siapapun, pemerintah pusat dan pemerintah daerah bagaimana kita tetap menjaga paling tidak kita bisa dapatkan pertumbuhan investasi yang memang relatif lebih terjaga, stabil," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article