Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Kesalahan Umum saat Membeli Perak Fisik, Harus Dihindari!

4 Kesalahan Umum saat Membeli Perak Fisik, Harus Dihindari!
ilustrasi perak (unsplash.com/Scottsdale Mint)
Intinya sih...
  • Tidak memeriksa kadar dan keaslian perak
  • Membeli dari penjual yang tidak terpercaya
  • Tidak memikirkan penyimpanan dan keamanan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perak fisik kerap dipilih sebagai alternatif investasi karena memang memiliki harga yang lebih terjangkau dan nilai intrinsik yang cenderung stabil. Tanpa pemahaman memadai, proses pembelian perak fisik bisa menimbulkan berbagai resiko kerugian di kemudian hari.

Banyak pembeli pemula yang mungkin hanya fokus pada harga murah tanpa mempertimbangkan aspek penting lainnya. Padahal, ada beberapa kesalahan umum yang kerap dilakukan saat membeli perak fisik, sehingga harus dihindari.

1. Tidak memeriksa kadar dan keaslian perak

4 Kesalahan Umum saat Membeli Perak Fisik, Harus Dihindari!
ilustrasi perak (unsplash.com/Scottsdale Mint)

Salah satu kesalahan paling umum adalah dengan tidak mengecek kadar perak yang tertera pada produk tersebut. Perak dengan kadar rendah akan memiliki nilai jual berbeda jika dibanding dengan perak murni dengan standar internasional.

Bukan hanya soal kadar, namun keaslian perak juga kerap diabaikan oleh banyak pembeli. Tanpa sertifikat atau tanda resmi lainnya, perak yang diperoleh berisiko palsu atau telah mengalami campuran logam lain yang jelas merugikan pembelinya.

2. Membeli dari penjual yang tidak terpercaya

4 Kesalahan Umum saat Membeli Perak Fisik, Harus Dihindari!
ilustrasi perak (unsplash.com/Scottsdale Mint)

Membeli perak fisik dari penjual tanpa adanya reputasi yang jelas bisa menimbulkan risiko penipuan. Penjual tidak resmi kerap menawarkan harga menarik, namun tidak memberikan jaminan kualitas produk apa pun.

Penjual terpercaya pada umumnya akan menyediakan informasi produk secara lebih transparan dan memiliki ulasan positif. Dengan memilih penjual yang dinilai Kredibel, maka risiko mendapatkan perak yang bermasalah pun dapat diminimalisir dengan baik.

3. Mengabaikan biaya tambahan

4 Kesalahan Umum saat Membeli Perak Fisik, Harus Dihindari!
ilustrasi perak (unsplash.com/Scottsdale Mint)

Banyak pembeli mungkin hanya fokus pada harga per gram perak tanpa memperhitungkan soal biaya tambahan lainnya. Ada beberapa biaya seperti biaya cetak, ongkos kirim, hingga selisih harga jual yang kerap kali luput dari perhatian pembeli.

Jika hal yang satu ini tidak diperhitungkan sejak awal, maka biaya-biaya tersebut bisa mengurangi potensi keuntungan yang diperoleh. Perencanaan yang matang dapat membantu pembeli untuk memahami nilai investasi secara lebih menyeluruh.

4. Tidak memikirkan penyimpanan dan keamanan

4 Kesalahan Umum saat Membeli Perak Fisik, Harus Dihindari!
ilustrasi perak (unsplash.com/Scottsdale Mint)

Perak fisik memerlukan tempat penyimpanan yang aman agar tidak mengalami kerusakan atau bahkan hilang pada saat disimpan. Kesalahan umum adalah dengan menyimpan perak tanpa proteksi memadai dari risiko kelembaban atau pencurian.

Penyimpanan yang tidak tepat bisa menurunkan kualitas perak seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu, aspek keamanan dan kondisi penyimpanan harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membelinya.

Membeli perak fisik bukan hanya soal harga, namun juga tentang ketelitian dan perencanaan. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum maka investasi perak bisa menjadi aset yang aman dan jangka panjang. Hindari kesalahan-kesalahan di atas pada saat membeli perak fisik agar memperoleh keuntungan optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Gaji Pensiunan PNS 2026, Ini Daftar Lengkapnya

07 Feb 2026, 23:29 WIBBusiness