Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Penipu Catut Nama Pialang Resmi, Pahami Ini Agar Tak Jadi Korban

3 min read
Penipu Catut Nama Pialang Resmi, Pahami Ini Agar Tak Jadi Korban
ilustrasi phishing, fraud, scam, penipuan, kejahatan siber, cyber crime (vecteezy.com/Thanakorn Lappattaranan)
  • Pelaku penipuan mencatut nama dan logo pialang berjangka resmi untuk meyakinkan calon korban.

  • Nasabah perlu mencocokkan rekening melalui jalur resmi dan tidak memberikan kata sandi atau kode verifikasi.

  • Finex menggunakan rekening terpisah dan autentikasi dua faktor sebagai bagian dari pengamanan transaksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Penipuan keuangan kini tidak hanya dilakukan dengan menawarkan layanan dari perusahaan fiktif. Pelaku juga mencatut identitas perusahaan resmi untuk meyakinkan calon korban, termasuk dengan menggunakan nama dan logo pialang berjangka yang memiliki izin usaha.

Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mencatat peniruan identitas perusahaan berizin atau impersonation sebagai salah satu modus penipuan yang banyak dilaporkan masyarakat tahun ini. Dalam praktiknya, pelaku menggunakan identitas perusahaan legal agar penawaran yang mereka berikan terlihat meyakinkan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima 702.342 laporan penipuan sejak November 2024. Hingga akhir September 2026, sebanyak 173.718 nomor telepon telah dilaporkan korban, sedangkan dana sebesar Rp811,1 miliar berhasil diblokir.

Modus serupa juga menyasar nasabah perusahaan pialang berjangka. Pelaku biasanya menghubungi trader melalui WhatsApp, Telegram, atau media sosial dengan mengaku sebagai perwakilan perusahaan ternama. Mereka kemudian menawarkan program khusus atau layanan account manager dan mengarahkan korban untuk mentransfer uang, termasuk ke rekening pribadi.

  1. 1. Kenali tiga hal ini sebelum transfer dana

    Penipu Catut Nama Pialang Resmi, Pahami Ini Agar Tak Jadi Korban
    ilustrasi fraud, scam, penipuan, kejahatan siber, cyber crime (vecteezy.com/radostock)

    PT Finex Bisnis Solusi Futures (Finex), pialang berjangka yang menyediakan layanan perdagangan forex dan CFD, mengingatkan trader untuk memastikan keaslian pihak yang menghubungi mereka sebelum melakukan transaksi. Perusahaan yang berizin dan diawasi Bappebti, OJK, serta Bank Indonesia itu mengingatkan nasabah untuk memeriksa tiga hal sebelum mengirimkan dana.

    Pertama, dana nasabah hanya boleh disetorkan melalui rekening resmi perusahaan pialang, bukan rekening pribadi. Kedua, informasi rekening harus dicocokkan melalui aplikasi atau area nasabah resmi perusahaan. Ketiga, trader tidak boleh memberikan kata sandi maupun kode verifikasi kepada pihak lain.

    Direktur Utama Finex Agung Wisnuaji mengatakan nama perusahaan yang sudah dikenal masyarakat kerap dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan penipuan. Karena itu, nasabah perlu memastikan komunikasi dan permintaan transaksi benar-benar berasal dari perusahaan yang bersangkutan.

    “Ketika nama sebuah pialang semakin dipercaya, kepercayaan itu menjadi sesuatu yang coba dicuri penipu. Kami menanggapinya dengan serius. Finex tidak akan pernah menghubungi nasabah untuk meminta transfer ke rekening pribadi atau meminta kode login. Kalau ada pesan seperti itu, itu bukan dari kami,” katanya, dikutip IDN Times.

  2. 2. Pencatutan identitas bisa merusak kepercayaan nasabah

    ilustrasi scam
    ilustrasi scam (magnific.com/rawpixel-com)

    Finex sendiri tercatat sebagai anggota Bursa Berjangka Jakarta (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Perusahaan menilai kejelasan jalur komunikasi dan transaksi menjadi hal penting agar nasabah tidak mengikuti instruksi dari pihak yang mengaku sebagai perwakilan pialang. Karena itu, nasabah perlu mengetahui cara memeriksa keaslian informasi sebelum mengikuti instruksi pihak yang menghubungi mereka.

    “Trader memilih pialang berizin karena ingin merasa aman. Tugas kami adalah memastikan pilihan itu tidak dimanfaatkan oleh orang yang berpura-pura menjadi kami. Artinya, jalur resmi harus jelas, dan trader perlu terus diingatkan cara mengeceknya,” ujar dia.

  3. 3. Rekening terpisah jadi salah satu cara verifikasi dana

    ilustrasi fraud, scam, penipuan, kejahatan siber, cyber crime
    ilustrasi fraud, scam, penipuan, kejahatan siber, cyber crime (magnific.com/magnific)

    Agung memaparkan dalam transaksi di Finex, dana setoran nasabah masuk ke rekening terpisah milik perusahaan. Nasabah dapat memeriksa informasi rekening tersebut melalui Personal Area maupun aplikasi Finex sebelum melakukan transfer.

    Pihaknya juga menambahkan autentikasi dua faktor pada aplikasi Android sejak September 2026. Fitur tersebut membuat akses akun memerlukan verifikasi tambahan selain kata sandi.

    Meski tersedia sejumlah fitur pengamanan, trader tetap perlu berhati-hati saat menerima pesan dari pihak yang mengaku sebagai perwakilan perusahaan. Permintaan transfer ke rekening pribadi atau pemberian kata sandi dan kode verifikasi patut diwaspadai.

    Nama dan logo perusahaan resmi yang digunakan dalam pesan juga belum cukup untuk memastikan pengirimnya benar-benar berasal dari perusahaan tersebut.

    "Modus penipuan akan terus berubah. Namun, satu aturan tidak pernah berubah: pialang resmi tidak akan pernah meminta Anda mengirim dana ke rekening pribadi," kata dia.

Related Articles

See More