4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Mengajukan Pinjaman Bank

- Calon debitur perlu menyesuaikan nominal pinjaman dengan pendapatan bersih, pengeluaran rutin, cicilan berjalan, dana darurat, serta kemungkinan perubahan kondisi keuangan.
- Informasi identitas, pekerjaan, penghasilan, dan dokumen harus akurat serta dapat dibuktikan; data palsu berisiko membuat pengajuan ditolak dan memicu konsekuensi hukum.
- Sebelum mengajukan pinjaman, pahami bunga dan biaya total, termasuk perbedaan bunga tetap atau mengambang, lalu periksa riwayat kredit melalui SLIK OJK.
Mengajukan pinjaman ke bank memang bisa menjadi salah satu solusi untuk memenuhi berbagai kebutuhan finansial yang dimiliki. Namun, proses pengajuan pinjaman sebetulnya bukan hanya berkaitan dengan jumlah uang yang ingin diperoleh karena pihak bank juga akan turut menilai kemampuan finansial, riwayat kredit yang dimiliki, dan juga kelayakan dari calon debitur.
Sayangnya, ternyata masih banyak orang yang melakukan kesalahan pada saat mengajukan pinjaman, baik karena memang kurang memahami prosedurnya atau bahkan terlalu terburu-buru untuk mendapatkan dana cepat. Kesalahan yang ada bisa menyebabkan pengajuan ditolak, jumlah pinjaman yang disetujui tidak sesuai dengan harapan, atau bahkan menimbulkan beban cicilan yang pada akhirnya sulit untuk dilunasi.
1. Mengajukan pinjaman melebihi kemampuan finansial

ilustrasi uang (unsplash.com/Alexander Schimmeck) Salah satu kesalahan yang sebaiknya dapat dihindari adalah mengajukan pinjaman dengan jumlah yang terlalu besar hanya karena merasa bahwa bank mampu dalam menyediakan dana tersebut. Perlu dipahami bahwa besaran pinjaman yang disetujui belum tentu sejalan dengan kemampuan dalam membayar cicilannya setiap bulan, apalagi jika hal ini tidak sebanding dengan penghasilan yang diperoleh.
Sebelum menentukan nominal pinjaman, sebaiknya hitung terlebih dahulu pendapatan bersih, pengeluaran rutin, hingga cicilan yang masih berjalan agar segala keperluannya tetap terpenuhi, termasuk dalam hal ini adalah kebutuhan terkait dana darurat. Pertimbangkan pula kemungkinan terjadinya perubahan kondisi keuangan seperti penurunan pendapatan atau munculnya pengeluaran yang tidak terduga selama masa pembayaran pinjaman berlangsung.
2. Memberikan informasi atau dokumen yang tidak sesuai

ilustrasi dokumen (unsplash.com/Scott Graham) Pada saat mengajukan pinjaman, calon debitur tentunya harus memberikan informasi yang benar terkait identitas, pekerjaan, penghasilan, dan juga kondisi keuangan yang dimiliki. Mengubah nominal pendapatan, memasukkan slip gaji, atau bahkan memberikan keterangan pekerjaan yang tidak sesuai kenyataan justru kerap menjadi tindakan yang harus benar-benar dihindari.
Bukan hanya berpotensi menyebabkan pengajuan ditolak, namun memberikan dokumen palsu juga bisa menimbulkan risiko hukum apabila memenuhi unsur pelanggaran yang berlaku. Sebaiknya kamu dapat mempersiapkan terlebih dahulu seluruh dokumen sesuai dengan persyaratan dan pastikan bahwa informasi disampaikan memang bisa dibuktikan melalui data pendukung agar nantinya tidak sampai menimbulkan risiko di kemudian hari.
3. Mengabaikan suku bunga dan biaya tambahan

ilustrasi uang (pexels.com/https://kaboompics.com/) Kesalahan lainnya yang perlu diperhatikan adalah hanya berfokus pada jumlah dana yang diterima tanpa memperhatikan soal suku bunga dan juga berbagai biaya yang turut menyertai pinjaman tersebut. Setiap produk kredit biasanya memiliki ketentuan yang berbeda-beda, sehingga perlu diperhitungkan sejak awal agar total kewajiban yang dibayarkan nantinya tidak sampai jauh lebih besar daripada perkiraan semula.
Calon debitur harus benar-benar memahami perbedaan suku bunga tetap dan juga suku bunga mengambang karena keduanya ternyata memiliki pengaruh terhadap besarnya cicilan selama masa pinjaman berlangsung. Jangan sampai langsung memilih penawaran dengan angsuran awal yang paling rendah sebelum memeriksa total pembayaran hingga pinjaman tersebut nantinya lunas.
4. Mengajukan pinjaman tanpa memeriksa riwayat kredit

ilustrasi uang (pexels.com/https://kaboompics.com/) Reward kredit ternyata bisa menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan pada saat bank menilai kelayakan seseorang untuk memperoleh pinjaman. Catatan pembayaran kredit sebelumnya, termasuk dalam hal ini keterlambatan angsuran dan kewajiban yang belum diselesaikan ternyata bisa mempengaruhi penilaian terhadap kemampuan hingga kedisiplinan dari calon debitur.
Sebelum mengajukan pinjaman sebaiknya periksa terlebih dahulu informasi debitur melalui layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang memang telah dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Apabila ternyata terdapat tunggakan atau informasi yang dianggap tidak sesuai, maka segera selesaikan kewajiban atau ajukan koreksi pada pihak terkait sebelum lanjutkan proses pengajuan tersebut.
Mengajukan pinjaman ke bank memang memerlukan pertimbangan yang matang terkait dana yang diperoleh agar tidak sampai menjadi beban keuangan di kemudian hari. Dengan menghindari beberapa kesalahan di atas, maka dapat membantu dalam memperlancar proses pengajuan pinjamanmu. Pastikan keputusan meminjam memang didasarkan pada kebutuhan yang jelas dan kemampuan membayar yang realistis agar kondisi keuangan tetap terjaga.





















