Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penjualan Tesla di Eropa Turun Hampir 50 Persen pada Oktober 2025

Penjualan Tesla di Eropa Turun Hampir 50 Persen pada Oktober 2025
ilustrasi Tesla (tesla.com)
Intinya sih...
  • Registrasi Tesla turun tajam meski pasar EV Eropa tumbuh
  • Pesaing China seperti BYD dan SAIC justru meningkat tajam
  • Regulasi Eropa mulai menguji FSD Tesla
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Penjualan Tesla di Eropa kembali melemah pada Oktober 2025. Data terbaru menunjukkan registrasi kendaraan listrik Tesla turun tajam meskipun pasar Electric Vehicle (EV) di kawasan tersebut justru tumbuh.

Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA) mencatat, Tesla hanya membukukan 6.964 registrasi pada Oktober 2025, turun 48,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini menandai penurunan selama 10 bulan berturut-turut untuk perusahaan di pasar yang selama ini menjadi salah satu wilayah penting bagi penjualan EV.

1. Registrasi Tesla turun tajam meski pasar EV Eropa tumbuh

Penjualan Tesla di Eropa Turun Hampir 50 Persen pada Oktober 2025
ilustrasi mobil Tesla (tesla.com)

ACEA melaporkan total registrasi EV di Eropa, termasuk Inggris dan negara-negara EFTA, naik 32,9 persen pada Oktober, dengan seluruh registrasi kendaraan naik 4,9 persen. Namun kinerja Tesla justru bergerak berlawanan arah.

Penurunan terbaru ini menandai bulan ke-10 berturut-turut Tesla mencatat penurunan penjualan. Pada saat yang sama, pangsa pasar EV di Eropa meningkat menjadi 16,4 persen. Kehadiran Model Y yang telah diperbarui juga belum mampu mengimbangi persaingan yang semakin ketat dan kritik terhadap CEO Elon Musk.

Selama 10 bulan pertama 2025, penjualan Tesla di Eropa turun 29,6 persen menjadi 180.688 unit. Pangsa pasar Tesla di kawasan tersebut juga melemah dari 2,4 persen menjadi 1,6 persen.

2. Pesaing China seperti BYD dan SAIC justru meningkat tajam

Penjualan Tesla di Eropa Turun Hampir 50 Persen pada Oktober 2025
mobil BYD (unsplash.com/Michael Förtsch)

Sementara Tesla menurun, produsen mobil China mencatat pertumbuhan signifikan. BYD — yang menjual kombinasi EV penuh dan hybrid — melaporkan kenaikan penjualan 207 persen menjadi 17.470 unit di Eropa. SAIC juga mencatat kenaikan 46 persen dengan hampir 24.000 kendaraan terjual.

Meski kinerja penjualan Tesla melemah, saham perusahaan tidak ikut tertekan. Pada Senin (24/11/2025), saham Tesla melonjak hampir 7 persen setelah Melius Research menilai produsen EV tersebut sebagai perusahaan yang “harus dimiliki” berkat upayanya dalam teknologi otonom, serta pernyataan Elon Musk tentang perkembangan chip internal Tesla.

“Salah satu alasan kami menyebut Tesla sebagai ‘harus dimiliki’ dalam laporan terbaru kami — meskipun ada banyak risiko yang jelas — adalah karena dunia akan berubah secara dramatis,” ujar Analis Rob Wertheimer, dilansir Yahoo Finance.

Ia juga menambahkan, otonomi akan segera hadir, dan itu akan mengubah segala hal dalam ekosistem berkendara. Adapun pendorong utama optimisme investor saat ini berasal dari versi terbaru perangkat lunak full self-driving (FSD) Tesla yang sudah tersedia di AS dan beberapa wilayah lain.

3. Regulasi Eropa mulai menguji FSD Tesla

Penjualan Tesla di Eropa Turun Hampir 50 Persen pada Oktober 2025
Ilustrasi regulasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Dilansir Electrek, terdapat perkembangan terkait teknologi FSD di Eropa. Badan regulator otomotif Belanda, RDW, menjadwalkan evaluasi bagi Tesla untuk menunjukkan apakah FSD memenuhi persyaratan pada Februari mendatang. Namun regulator menegaskan bahwa FSD belum disetujui untuk wilayah tersebut.

Jika Tesla memperoleh persetujuan dari setidaknya satu regulator otomotif Eropa, langkah tersebut dapat menjadi kemajuan penting dan berpotensi membantu menahan penurunan penjualan di kawasan tersebut.

Penjualan Tesla di Eropa masih berada dalam tren turun meskipun pasar EV kawasan terus bertumbuh. Di tengah persaingan ketat dan sorotan terhadap kepemimpinan Elon Musk, perkembangan proses uji teknologi FSD di Eropa akan menjadi faktor penting bagi kinerja Tesla ke depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Penjualan Tesla di Eropa Turun Hampir 50 Persen pada Oktober 2025

29 Nov 2025, 16:10 WIBBusiness