Pertamina: 5.888 UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Sepanjang 2025

- Sertifikasi penting agar UMKM bisa beradaptasi dengan tuntutan pasar yang kompetitif.
- Pertamina membina UMKM untuk tingkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, dan kesadaran sebagai wajib pajak.
- Pertamina menjalankan peran sosial dan ekonomi melalui program pemberdayaan UMKM di sekitar wilayah operasinya.
Jakarta, IDN Times - PT Pertamina (Persero) terus mendorong UMKM naik kelas melalui penguatan legalitas, kualitas produk, dan akses pasar. Sepanjang 2025, perusahaan memfasilitasi 5.888 sertifikasi bagi UMKM mitra binaan.
Sertifikasi yang diberikan meliputi Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, BPOM, Halal Self Declare dan Halal BPJPH, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Pengusaha Kena Pajak (PKP), NPWP, hingga PT Perseorangan. Sertifikasi ini menjadi fondasi penting bagi UMKM untuk memperluas pasar dan memperkuat kepercayaan konsumen.
1. Sertifikasi jadi jalan agar UMKM beradaptasi terhadap tuntutan pasar

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan sertifikasi bukan sekedar administrasi, tetapi langkah strategis agar UMKM bisa beradaptasi dengan tuntutan pasar yang semakin kompetitif.
“Legalitas dan sertifikasi adalah kunci bagi UMKM untuk tumbuh berkelanjutan, memperluas akses pembiayaan, serta menembus pasar yang lebih luas,” ujar Baron dalam keterangannya, Rabu (7/1/2025).
2. UMKM dibina agar bisa tingkatkan kapasitas produksi dan kualitas

Selain sertifikasi, Pertamina juga membina UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, kesiapan ekspor, serta kesadaran sebagai wajib pajak.
“Kami ingin UMKM mitra binaan Pertamina tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan menjangkau pasar nasional hingga global,” tambahnya.
3. Dongkrak nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat

Sebagai BUMN, Pertamina menjalankan peran sosial dan ekonomi secara berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya dalam pemberdayaan UMKM di sekitar wilayah operasinya.
“Pertamina hadir untuk menciptakan nilai bersama, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ucap Baron.



















