Pertamina Masih Investigasi Ledakan di SPBE Cimuning Bekasi

- Pertamina masih menyelidiki penyebab ledakan dan kebakaran di SPBE Cimuning, Bekasi, sambil memastikan kondisi lokasi sudah padam.
- Perusahaan mendata warga terdampak dan menyiapkan posko bantuan untuk menangani dampak insiden tersebut.
- Pasokan LPG dijamin aman lewat tiga SPBE alternatif, sementara masyarakat diminta tetap tenang tanpa melakukan panic buying.
Jakarta, IDN Times - PT Pertamina (Persero) menyatakan, penyebab ledakan dan kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kota Bekasi masih diinvestigasi.
“Untuk penyebab masih dalam investigasi,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Dumatubun kepada IDN Times, Kamis (2/4/2026).
1. Pertamina fokus mendata warga terdampak

Roberth mengatakan, saat ini pihaknya fokus mendata masyarakat di lokasi yang terdampak kebakaran serta ledakan tersebut.
“Untuk penanganan, kondisi lokasi dini hari tadi sudah padam. Sedang diminta untuk disiapkan posko dari SPBE untuk mendata masyarakat terdampak di lokasi,” ucap Roberth.
2. Pasokan LPG dikirim dari tiga lokasi alternatif

Area Manager Communications, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Susanto August Satria mengatakan, untuk memastikan pasokan gas elpiji aman usai insiden tersebut, Pertamina menyiapkan tiga SPBE alternatif yang akan mendukung suplai di area terdampak.
“Telah disiapkan skema Regular Alternative Emergency (RAE) dengan dukungan suplai dari SPBE terdekat, yaitu SPBE PT Kenrope Sarana Pratama, SPBE PT Pacific Sumber Segara (±7,1 km), dan SPBE PT Dharma Wira Sentosa,” tutur Susanto.
3. Masyarakat diminta tetap tenang

Susanto mengimbau masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panic buying atas kejadian tersebut, karena telah disediakan titik suplai pengganti SPBE di atas.
“Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi,” ucap Susanto.


















