Ada Dinamika Logistik Global, IPC TPK Catat Arus Petikemas Tetap Naik

- IPC TPK menjaga operasional dan memperkuat infrastruktur terminal agar arus barang tetap lancar di tengah dinamika logistik global dan perubahan jalur pelayaran internasional.
- Hingga April 2026, throughput IPC TPK mencapai 1.159.575 TEUs atau naik 6,7 persen dibanding tahun sebelumnya, sejalan dengan pertumbuhan perdagangan nasional dan surplus neraca dagang RI.
- Tanjung Priok mencatat pertumbuhan tertinggi hingga 36,7 persen berkat tambahan layanan ad hoc dan peningkatan volume pelayaran, disusul Palembang yang tumbuh 18,7 persen karena naiknya ekspor-impor komoditas.
Jakarta, IDN Times - PT IPC Terminal Petikemas menyebut tetap menjaga operasional terminal di tengah dinamika industri logistik global dan ketidakpastian jalur pelayaran internasional. Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK Daniel Setiawan mengatakan, perusahaan juga menyiapkan infrastruktur di sejumlah wilayah operasional untuk mendukung kelancaran arus barang.
“Kami terus memperkuat kesiapan infrastruktur dan standardisasi layanan di seluruh terminal agar tetap mampu menjaga kelancaran arus barang di tengah dinamika logistik global yang terus berkembang,” kata Daniel dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).
1. Throughput naik 6,7 persen

IPC TPK mencatat throughput sebesar 1.159.575 TEUs hingga April 2026. Angka itu naik 6,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1.086.766 TEUs. Kenaikan tersebut terjadi seiring pertumbuhan perdagangan nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor Indonesia pada Januari-Maret 2026 tumbuh 10,05 persen secara tahunan. Neraca perdagangan RI juga masih surplus sebesar 5,55 miliar dolar Amerika Serikat.
Di sisi lain, aktivitas logistik global masih dipengaruhi kenaikan biaya logistik dan ketidakpastian jalur pelayaran akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Kondisi itu berdampak pada aktivitas pengiriman laut dan sejumlah rute pelayaran internasional.
2. Kinerja April 2026 melonjak

Secara tahunan, volume operasi IPC TPK pada April 2026 tercatat sebesar 308.810 TEUs atau naik 26,78 persen dibandingkan April 2025 yang mencapai 243.579 TEUs. Menurut Daniel, perusahaan masih menjaga efisiensi layanan dan operasional untuk mendukung distribusi logistik.
“Optimalisasi dan efisiensi layanan terus kami pertahankan guna mendukung kelancaran arus barang serta menjaga daya saing logistik nasional,” ujar dia.
3. Tanjung Priok tumbuh paling tinggi

Pertumbuhan tertinggi terjadi di wilayah Tanjung Priok. IPC TPK Area Tanjung Priok 2 tumbuh 36,7 persen, sedangkan Area Tanjung Priok 1 naik 24,3 persen. Peningkatan itu didorong tambahan layanan ad hoc dan kenaikan volume dari sejumlah perusahaan pelayaran.
Sementara itu, IPC TPK Area Palembang mencatat pertumbuhan 18,7 persen seiring naiknya aktivitas ekspor dan impor komoditas seperti karet, produk kayu, kelapa, dan metal box.
Pada April 2026, IPC TPK Teluk Bayur dan PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur bekerja sama dalam pemanfaatan dermaga dan peralatan bongkar muat di Sumatra Barat.
Kemudian, IPC TPK Area Jambi melakukan optimalisasi layanan di Terminal Petikemas Pelabuhan Talang Duku untuk mendukung ekspor kayu manis.



















