Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Plastik Mahal, RM Nasi Padang-Tukang Gorengan Naikkan Harga
Rumah Makan (RM) Padang di Palmerah, Jakarta Barat (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Kenaikan harga plastik akibat konflik di Timur Tengah membuat biaya operasional pedagang meningkat, memaksa rumah makan dan penjual gorengan menaikkan harga jual makanan mereka.
  • Harga minuman kemasan dan produk berbahan plastik diprediksi ikut naik karena bahan baku plastik melonjak hingga 100 persen, mengancam keberlangsungan usaha serta lapangan kerja di sektor tersebut.
  • Sejumlah apotek dan warung mulai membatasi penggunaan kantong plastik sebagai langkah penghematan setelah harga plastik melambung pasca Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
setelah Idul Fitri 1447 Hijriah

Apotik Mentari di Rawalumbu, Kota Bekasi mulai menghentikan penyediaan kantong plastik bagi konsumen karena harga plastik melonjak.

8 April 2026

RM Toboh Permai di Palmerah Barat IX menaikkan harga makanan sekitar Rp1.000–2.000 akibat kenaikan harga plastik dan kertas nasi. Pada hari yang sama, tukang gorengan di lokasi serupa juga menaikkan harga jual dari 5 potong menjadi 4 potong per Rp5 ribu.

kini

Harga plastik yang tinggi membuat pedagang makanan dan minuman menyesuaikan harga serta membatasi penggunaan kantong plastik di berbagai tempat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kenaikan harga plastik menyebabkan sejumlah pelaku usaha makanan, minuman, dan ritel di Jakarta serta Bekasi menaikkan harga jual produk atau membatasi penggunaan kantong plastik.
  • Who?
    Pelaku usaha seperti RM Toboh Permai, pedagang gorengan di Jalan Palmerah Barat IX, pegawai Toko Harun, serta pengelola Apotik Mentari dan warung Queen Mango.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di kawasan Palmerah Barat IX, Jakarta Barat, dan Rawalumbu, Kota Bekasi.
  • When?
    Kondisi ini berlangsung setelah Idul Fitri 1447 Hijriah dan dilaporkan pada Rabu, 8 April 2026.
  • Why?
    Kenaikan signifikan harga bahan baku plastik akibat konflik di Timur Tengah meningkatkan biaya produksi kemasan dan mendorong penyesuaian harga barang dagangan.
  • How?
    Usaha kuliner menaikkan harga Rp1.000–2.000 per porsi, pedagang gorengan mengurangi jumlah potongan per paket, sementara apotek dan warung membatasi atau menghentikan penggunaan kantong plastik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Plastik sekarang jadi mahal banget, jadi banyak orang jualan naikkin harga. Rumah makan nasi Padang di Jakarta nambah harga dua ribu karena plastik dan kertas nasi naik. Tukang gorengan juga sekarang jual empat potong, bukan lima. Toko minuman mau ikut naik juga. Di apotik dan warung, orang disuruh hemat plastik supaya gak boros.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kenaikan harga plastik yang mendorong para pedagang menyesuaikan harga dan menghemat penggunaan kemasan menunjukkan kemampuan adaptasi pelaku usaha menghadapi tekanan biaya. Langkah apotek dan warung yang membatasi kantong plastik juga mencerminkan kesadaran efisiensi sumber daya, sekaligus membuka peluang bagi kebiasaan konsumsi yang lebih hemat dan berorientasi pada pengurangan limbah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kenaikan harga plastik yang signifikan akibat konflik di Timur Tengah memberikan efek domino pada produk lainnya. Harga kemasan plastik yang naik membuat para pedagang harus menaikkan harga barang dagangannya, karena biaya meningkat.

Misalnya Rumah Makan (RM) Toboh Permai di Jalan Palmerah Barat IX, Palmerah, Jakarta Barat yang menaikkan harga sekitar Rp1.000-2.000 karena harga plastik dan kertas nasi melonjak.

“Misalnya paket nasi rendang tadinya Rp22 ribu, sekarang Rp24 ribu,” kata karyawan di RM tersebut saat ditemui IDN Times, Rabu (8/4/2026).

1. Tukang gorengan terpaksa naikkan harga

Potret gorengan yang dijual pedagang kaki lima di Palmerah, Jakarta Barat. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Seorang tukang gorengan yang enggan disebutkan namanya, yang menjajakan dagangannya di Jalan Palmerah Barat IX mengatakan, imbas harga plastik naik, dirinya terpaksa menaikkan harga dari Rp5 ribu untuk 5 potong gorengan, menjadi Rp5 ribu untuk 4 potong gorengan.

Namun, pemicu kenaikan harga itu juga berasal dari bahan baku lainnya, seperti tepung. “Karena plastik iya, tapi bahan-bahan yang lain juga ikutan naik. Jadi sekarang jual Rp5 ribu dapat 4,” kata dia saat ditemui IDN Times.

2. Harga minuman kemasan bakal naik

Candra, pegawai di Toko Harun, di Jalan Palmerah Barat mengatakan, harga minuman bubuk kemasan saset juga akan mengalami kenaikan, buntut harga plastik naik.

“Iya mau naik, belum tahu infonya kapan,” ujar Candra.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (AMDATARA), Karyanto Wibowo menyatakan, harga air minum dalam kemasan (AMDK) juga diprediksi naik, dikarenakan kenaikan harga bahan baku plastik sudah mencapai 100 persen, dan harga kemasan plastik diprediksi naik 25-50 persen.

“Hal ini tidak hanya mengancam kelangsungan ribuan usaha dan puluhan ribu lapangan kerja, tetapi juga berpotensi mengganggu akses masyarakat terhadap air minum aman yang selama ini menjadi kontribusi penting industri AMDK bagi kesehatan publik,” ujar Karyanto dalam keterangan resmi.

3. Apotik-warung batasi penggunaan kantong plastik

Apotik di Rawalumbu, Kota Bekasi tak lagi sediakan kantong plastik untuk wadah barang yang dibeli konsumen. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Berdasarkan pantauan IDN Times, Apotik Mentari di Rawalumbu, Kota Bekasi sudah tak lagi menyediakan wadah kantong plastik untuk mengemas barang yang dibeli konsumen.

Menurut keterangan pegawainya, kebijakan itu baru diberlakukan belakangan, usai harga plastik melambung setelah Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sementara itu, di warung minuman Queen Mango di Jalan Palmerah Barat IX, pegawainya diminta oleh pemilik untuk menghemat penggunaan kantong plastik imbas kenaikan harga.

“Bos saya sudah wanti-wanti buat hemat pakai plastik, katanya harganya naik banget,” tutur pegawai tersebut.

Editorial Team