Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PLN Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan via PSEL Legok Nangka
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot (tengah kedua dari kanan) bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (tengah kedua dari kiri) beserta para stakeholder secara simbolis melakukan penimbunan pasir bersama-sama pada acara Groundbreaking Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Bandung, Jawa Barat pada Rabu (29/7). Kegiatan ini menandai dimulainya pengerjaan fisik proyek tersebut dan ditargetkan selesai pada 2029. (dok. PLN)
  • PLN menandatangani PJBL 20 tahun dengan PT Jabar Environmental Solutions pada Maret 2026 untuk membeli listrik dari PSEL Legok Nangka dan menyalurkannya ke masyarakat.
  • PSEL Legok Nangka di Kabupaten Bandung sedang memasuki konstruksi, ditargetkan beroperasi pada 2029, mengolah hingga 2.131 ton sampah harian, serta menghasilkan listrik 40,79 MW.
  • Pemerintah menempatkan proyek ini sebagai upaya penanganan sampah Bandung Raya sekaligus pengembangan energi bersih, dengan manfaat pengurangan sampah, emisi, serta penguatan pasokan listrik industri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    PLN mendukung PSEL Legok Nangka melalui pembelian listrik dari pengolahan sampah. Fasilitas ini ditargetkan mengolah hingga 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 MW.
  • Who?
    PT PLN (Persero), PT Jabar Environmental Solutions, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Wakil Menteri ESDM Yuliot, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terlibat dalam pengembangan proyek.
  • Where?
    PSEL Legok Nangka dibangun di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, untuk melayani penanganan sampah di kawasan Bandung Raya dan menyalurkan listrik ke sistem PLN.
  • When?
    Proyek memasuki tahap konstruksi setelah groundbreaking pada Rabu, 29 Juli. PLN dan PT JES menandatangani PJBL pada Maret 2026. Operasi ditargetkan pada 2029.
  • Why?
    Proyek ditujukan mempercepat penanganan sampah perkotaan, mengurangi volume sampah, menghasilkan energi listrik bersih, serta mendukung target penuntasan persoalan sampah sebelum 2029.
  • How?
    PT JES mengembangkan fasilitas waste to energy, sementara PLN membeli dan menyerap listriknya melalui PJBL selama 20 tahun untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat melalui sistem kelistrikan PLN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan pemerintah melalui pembelian listrik yang dihasilkan dari fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Proyek PSEL yang kini memasuki tahap konstruksi tersebut ditargetkan beroperasi pada 2029 dan mampu mengolah hingga 2.131 ton sampah per hari serta menghasilkan listrik berkapasitas 40,79 megawatt (MW) atau mencapai 310 gigawatt-hour (GWh) per tahun.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan proyek tersebut, pada Maret 2026 PLN telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dengan PT Jabar Environmental Solutions (PT JES), badan usaha pelaksana proyek yang ditunjuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Melalui perjanjian tersebut, listrik yang dihasilkan PSEL Legok Nangka akan disalurkan ke sistem kelistrikan PLN untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.

1. Penanganan sampah perkotaan

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot memberikan sambutannya dalam acara Groundbreaking Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Bandung, Jawa Barat pada Rabu (29/7). (dok. PLN)

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot mengatakan, PSEL Legok Nangka merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanganan sampah perkotaan sekaligus mengembangkan pemanfaatannya menjadi energi (waste to energy). Proyek ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menuntaskan persoalan sampah sebelum 2029 melalui pengelolaan dari hulu ke hilir dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

"Groundbreaking hari ini bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan sebuah infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan," ucap Yuliot dalam acara Groundbreaking PSEL Legok Nangka di Bandung, Jawa Barat pada Rabu (29/7).

Dirinya berharap PSEL Legok Nangka dapat menjadi model pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi yang bisa diterapkan di berbagai daerah serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

"Dengan kapasitas pembangkit yang signifikan dan dukungan pelaksanaan investasi, proyek ini diharapkan memberikan manfaat nyata melalui pengurangan volume sampah, penyediaan energi bersih, penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, pengurangan emisi serta perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat," ujar Yuliot.

2. Solusi jangka panjang soal pengelolaan sampah dan energi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, PSEL Legok Nangka merupakan solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di kawasan Bandung Raya sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi dan lingkungan melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. (dok. PLN)

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, PSEL Legok Nangka merupakan solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di kawasan Bandung Raya sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi dan lingkungan melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. Menurutnya, proyek ini dan PSEL lain di wilayahnya akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Jawa Barat.

”Ini akan menjadi salah satu alat picu untuk membangun sebuah sistem pengelolaan sampah yang modern. Kemudian juga mendidik masyarakat tertib dan hidup bersih. Yang kemudian juga meningkatkan kualitas udara, serta meningkatkan kualitas lingkungan,” ujar Dedi.

Selain menjadi solusi pengelolaan sampah, Dedi mengatakan proyek ini juga akan memperkuat pasokan energi bersih yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan industri dan investasi di Jawa Barat.

"Yang kedua berkahnya adalah kita akan mendapatkan energi listrik yang tentunya memberikan sumbangsih bagi kekuatan PLN untuk memiliki energi besar bagi kehidupan industri," katanya.

3. PLN siap beli listrik dari PSEL selama 20 tahun

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot (depan kedua dari kiri) bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (depan kiri) menyimak pemaparan materi walking gallery dari Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar (kedua dari kanan) pada acara Groundbreaking PSEL Legok Nangka di Kabupaten Bandung (29/7). (dok. PLN)

Sementara itu, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar mengatakan, pihaknya siap menjalankan arahan Pemerintah dalam mendukung PSEL, salah satunya PSEL Legok Nangka sebagai solusi nyata darurat sampah sekaligus langkah menuju swasembada energi. Periode PJBL selama 20 tahun yang telah disepakati menjadi bentuk komitmen PLN dalam mendukung keberlanjutan PSEL Legok Nangka. Melalui perjanjian tersebut, PLN memberikan kepastian pembelian listrik yang dihasilkan, sehingga mendukung pengembangan proyek waste to energy secara berkelanjutan.

"PLN siap mengeksekusi PJBL sesuai arahan pemerintah. Kami akan menyerap produksi listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini dan menyalurkannya kepada masyarakat. Melalui PJBL selama 20 tahun, kami memberikan kepastian agar proyek ini dapat berjalan secara berkelanjutan," kata Suroso.

Suroso menambahkan, selain memperkuat bauran energi bersih, pengembangan PSEL Legok Nangka juga menunjukkan bahwa sektor ketenagalistrikan dapat berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan lingkungan melalui pemanfaatan sampah menjadi energi.

"Melalui PSEL, kita bukan hanya memelihara lingkungan baik ke depannya, namun juga menghasilkan listrik yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini merupakan energi terbarukan yang secara cycle akan terus-menerus sepanjang ada sampah, maka akan dihasilkan listrik yang dapat dimanfaatkan," pungkasnya. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article