Prabowo Bertekad Capai 100 GW Energi Surya dalam 3 Tahun

- Presiden Prabowo menargetkan pembangunan kapasitas 100 gigawatt energi surya dalam tiga tahun sebagai langkah percepatan transformasi energi nasional.
- Pemerintah berencana meningkatkan produksi biodiesel dari B40 menjadi B50 serta mengembangkan biofuel berbasis etanol, singkong, gula, dan jagung.
- Prabowo mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik untuk menggantikan sekitar 114 juta sepeda motor berbahan bakar bensin di Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto bertekad menjalankan transformasi energi besar-besaran dengan memanfaatkan energi terbarukan.
Dalam pidato sambutannya di Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo pada Senin (30/3/2026), Prabowo menyatakan visinya untuk bergerak secara cepat memanfaatkan energi surya untuk kebutuhan listrik di Indonesia.
"Kami memiliki rencana dan kami bertekad untuk segera mewujudkannya dalam waktu tiga tahun, kami ingin mencapai 100 gigawatt energi surya," kata Prabowo, dikutip Selasa (31/3/2026).
1. Indonesia beruntung punya sumber energi terbarukan

Menurut Prabowo, kebutuhan mewujudkan penggunaan energi surya secara penuh untuk kebutuhan listrik semakin mendesak. Hal itu disebabkan situasi geopolitik saat ini yang terjadi di Timur Tengah memberikan ketidakpastian bagi ketahanan energi Indonesia.
Oleh sebab itu, Prabowo menjelaskan pemerintahannya bertekad meningkatkan pemanfaatan potensi sumber energi baru terbarukan dan ramah lingkungan di Indonesia.
"Kami sangat beruntung memiliki sumber daya energi terbarukan yang nyata, kami memiliki salah satu sumber daya energi panas bumi terbesar, kami memiliki sejumlah besar sumber energi lainnya. Kami sedang berupaya keras untuk mengembangkan biofuel," tutur Prabowo.
2. Peningkatan dari B40 menjadi B50

Soal biofuel, Prabowo menjelaskan pemerintahannya akan memproduksi biodiesel dari minyak sawit yang saat ini produksinya masih 40 persen (B40) dan akan ditingkatkan terus menjadi 50 persen (B50).
"Sekarang meningkatkan produksi minyak diesel dari minyak sawit dari 40 persen menjadi 50 persen dan juga bensin, kami juga akan memproduksinya dari etanol dan juga dari biofuel dari singkong, dari gula, dan dari jagung," ujar Prabowo.
"Dengan upaya-upaya ini, kami akan berada dalam posisi yang aman untuk menghadapi ketidakpastian apa pun yang ada. Kami sedang mempertimbangkan energi terbarukan yang bersih. Kami juga masih memiliki sumber daya yang sangat besar, dan akan terus memiliki sumber daya yang besar pula," sambungnya.
3. Bergerak besar-besaran dalam penggunaan kendaraan listrik

Prabowo mengungkapkan, pemerintahannya juga ingin terus memperluas semua upaya di sektor energi. Prabowo pun akan bergerak maju secara besar-besaran menuju mobil dan sepeda motor listrik.
Menurut dia, Indonesia memiliki sekitar 114 juta sepeda motor yang masih menggunakan bensin dan hal itu diyakini akan berubah atau bertransformasi menjadi kendaraan listrik.
"Ini adalah salah satu hal yang diharapkan akan berubah sangat cepat dengan transformasi ke kendaraan listrik sehingga kita akan memiliki pertahanan yang kuat terhadap ketidakpastian pasokan global," kata Prabowo.


















